Karisma Zizou Lahirkan La Undecima

Satria Sakti Utama
30/5/2016 02:50
Karisma Zizou Lahirkan La Undecima
(AFP PHOTO / PEDRO ARMESTRE)


ZINEDINE Zidane hanya butuh waktu kurang dari enam bulan untuk mempersembahkan gelar Liga Champions ke-11 dalam sejarah Real Madrid alias La Undecima. Kemarin, el Real menundukkan Atletico Madrid. Zizou--sapaan Zidane--diperkenalkan sebagai pelatih Los Blancos untuk menggantikan Rafael Benitez yang dinilai gagal akibat deretan hasil buruk, Januari lalu. Berkat karisma Zizou, Los Galacticos kembali konsisten dengan raihan 22 kali kemenangan dari 27 pertandingan. Gelar itu membuat Zidane masuk jajaran pesepak bola yang sukses mengangkat trofi 'Kuping Lebar', baik sebagai pelatih maupun pemain, di klub yang sama, yakni Real Madrid. "Kami bekerja dengan baik di bawah Benitez, tapi tidak berjalan sesuai harapan, sedangkan kedatangan Zidane membuat suasana berbeda. Dia memberi kami kepercayaan dan mengerti kondisi ruang ganti," ungkap bek Madrid, Pepe.

Titel Liga Champions ke-11 itu diraih setelah melalui pertarungan sengit dengan musuh bebuyutan, Atletico Madrid di Stadion San Siro, Milan, minggu (29/5). Tim asal Santiago Bernabeu itu memenangi pertandingan melalui babak penalti 5-3 setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal. Gol Sergio Ramos di paruh pertama baru dapat dibalas pemain muda Yannick Carrasco, 11 menit sebelum laga normal usai. Kegagalan Antoine Griezmann mengonversi tendangan penalti pada menit ke-48 membuat peluang menyamakan skor lebih awal sirna. Di babak tos-tosan, bek sayap Los Rojiblancos--julukan Atletico-- Juanfran, menjadi satu-satunya pemain yang gagal menjalankan tugas. Kegagalan itu dimanfaatkan dengan baik oleh Cristiano Ronaldo yang menjadi penendang terakhir. Ronaldo pun memastikan Madrid berpesta di Milan. "Saya sudah punya firasat akan mencetak gol kemenangan. Saya katakan pada Zidane untuk menyisakan penalti terakhir untuk saya dan itu terbukti sukses," tutur eks punggawa Manchester United itu.

Tragis
Bagi Atletico, kegagalan itu menjadi kisah tragis karena mirip dengan final Liga Champions 2014 lalu. Kala itu mereka juga menghadapi el Real dengan skor 1-1 hingga waktu normal sebelum akhirnya kebobolan tiga gol di waktu ekstra. Para pemain, seperti Fernando Torres dan Griezmann, pun tak kuasa menahan air mata seusai laga.
Meski demikian, sikap kesatria ditunjukkan pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, yang berbesar hati mengakui kekalahan dan mengucapkan selamat kepada sang rival. "Selamat untuk Real Madrid. Sekali lagi, mereka lebih superior daripada kami dan kali ini melalui babak penalti," tutur mantan pemain tim nasional Argentina itu.

Simeone pun siap bertanggung jawab atas kegagalan timnya musim ini dan meminta maaf kepada klub dan fan. "Saya merasa bertanggung jawab karena saya tidak mampu memberikan keinginan mereka. Ini benar-benar menyakitkan," imbuhnya. Meskipun sudah dua kali gagal meraih titel Liga Champions dalam kurun tiga tahun, Atletico tidak trauma dan siap kembali bersaing musim depan. (AFP/AP/R-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya