Menpora Akan Evaluasi PT GTS

Satria Sakti Utama
29/5/2016 21:13
Menpora Akan Evaluasi PT GTS
(ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

TURNAMEN independen, salah satunya Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 digadang-gadang menjadi bibit turnamen sepak bola profesional Indonesia, nyatanya belum juga terlepas dari penyakit lama. Indonesia pun kembali berduka setelah sejumlah kerusuhan dan bentrokan antarsuporter kembali memunculkan korban jiwa dalam waktu yang hampir bersamaan.

Belum kering tanah di liang lahat suporter Persija Jakarta Muhammad Fahreza, Minggu (15/5) lalu, sepekan kemudian korban baru jatuh lagi di Sleman dan ditutup kerusuhan berdarah antar suporter Persegres Gresik United kontra PS TNI.

Deretan aksi kekekerasan ini pun mengundang Kementerian Pemuda dan OLahraga (Kemenpora) untuk segera melakukan evaluasi kepada PT Gelora Trisula Semesta (PT GTS) selaku operator. PT GTS akan dipanggil ke Kemenpora untuk dimintai penjelasan.

"Masih membahas soal kerusuhan kemarin misalnya kerusuhan di Gresik. Tapi kan masih ada juga kejadian yang di Jakarta dan Sleman yang juga menjadi perhatian kita. Nanti kita evaluasi itu," ujar Deputi IV bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Gatot S. Dewa Broto saat ditemui di Jakarta, Minggu (29/5).

Sementara iti, Sriwijaya FC gagal mencuri puncak klasemen TSC 2016 dari tangan Arema Cronus setelah harus puas ditahan imbang oleh Mitra Kukar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring. Skor kacamata menjadi hasil pertandingan berkat penampilan luar biasa kiper Mitra Kukar Shahar Ginanjar.

Raihan serupa juga diraih tuan rumah PS TNI saat menjamu PSM Makassar di Stadion Pakansari Bogor. Kedua tim bermain imbang 1-1 setelah PS TNI sukses unggul terlebih dahulu melalui Tambun Dibty Naibaho menit 36 sebelum akhirnya disetarakan di paruh kedua berkat usaha Rasyid Bakri. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya