Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
LUKA Modric memulai karier sepak bola ketika stabilitas negaranya sedang bergejolak. Ia bahkan sempat hidup di pengungsian karena kota kelahirannya, Zadar, hancur-lebur akibat hantaman bom saat Perang Kroasia meletus pada 1991. Saat itu usianya baru 6 tahun. Modric kecil hanya bisa bermain sepak bola di koridor hotel pengungsian dan lahan parkir yang penuh puing. Meski demikian, hal itu tidak menyurutkan talenta besarnya yang kini berkembang. Ia pun kini bertransformasi menjadi salah satu gelandang terbaik dunia. "Di antara 200 bocah, Modric memiliki skill sangat menonjol. Ia punya bakat alami, tapi juga seorang pekerja keras," ujar Miodrag Paunovic, salah satu pelatih sepak bola Modric saat masih anak-anak. Talenta Modric pertama kali dilirik pencari bakat yang menawarinya ikut seleksi masuk klub lokal, Zadar. Ia akhirnya resmi bergabung dengan tim yang kini berjuang di Divisi Dua Liga Kroasia tersebut pada 1996 hingga 2001 sebelum pindah ke Dinamo Zagreb.
Tempaan perang itu tampaknya membentuk karakter bermain Modric. Meski memiliki posisi asli sebagai playmaker, ia juga bisa diandalkan ketika ditempatkan sebagai gelandang serang atau bertahan. "Apa yang dia bawa dalam permainan selalu krusial. Dia tidak pernah mendapatkan semua kredit di tim, tapi sejatinya dia tulang punggung di tim kami," ujar rekannya yang juga kapten Real Madrid, Sergio Ramos. Berkat kinerja luar biasanya musim ini, Madrid pun sukses merengkuh La Undecima atau gelar ke-11 di ajang Liga Champions Eropa seusai mengalahkan rival sekota, Atletico Madrid, Minggu (29/5).
Kesuksesan itu diharapkan menular ke level timnas ketika negara kelahirannya, Kroasia, berlaga di Euro 2016. Modric akan menjadi kunci Kroasia yang menargetkan prestasi lebih baik daripada 1996 dan 2008 lalu saat menjejak perempat final. Modric sosok istimewa bagi Kroasia. Saat usianya masih 22 tahun, eks punggawa Tottenham Hotspur itu menjadi pesepak bola Kroasia kedua setelah Davor Suker yang mampu masuk dalam Team of the Tournament Euro 2008. Ia bahkan melampaui pencapaian seniornya itu dengan menjadi satu-satunya pemain Kroasia yang masuk 11 pemain pilihan FIFA seusai Piala Dunia 2014 lalu.
Meskipun begitu, Modric sempat ditolak Hajduk Split karena memiliki postur tubuh yang kecil saat usianya baru 16 tahun. Ia pun memilih hijrah ke Dinamo Zagreb dan menghabiskan karier awalnya dengan dipinjamkan ke klub-klub lain. Setelah berkarier hingga 2008 di Dinamo Zagreb, Modric membuat Tottenham Hotspur tertarik. Namun, masa-masa awalnya di Inggris tidak berjalan lancar karena ia didera cedera lutut. Pelatihnya kala itu, Harry Redknap, mendeskripsikan Modric sebagai 'neraka bagi pemain lain, tapi surga untuk pelatih'. Saat hengkang ke Real Madrid pada 2012, ia tetap menjadi andalan para pelatih, termasuk Zinedine Zidane saat ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved