Momen Elang Putih Bangun dari Tidur Panjang

Nurul Fadillah
23/5/2016 01:00
Momen Elang Putih Bangun dari Tidur Panjang
(AP Photo/Scott Heppell)

JANGAN bandingkan Polandia dengan negara-negara raksasa sepak bola Eropa, semisal Jerman, Belanda, Spanyol, atau Inggris. Mereka bahkan tidak pernah bisa berbicara banyak di ajang Piala Eropa. Sejak bergabung dengan Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) pada 1960 silam, Polandia selalu tidak masuk hitungan. Skuat 'Elang Putih' bahkan selalu gagal lolos babak kualifikasi hingga 2004 lalu. Meski begitu, bukan berarti negara yang terletak di belahan timur Eropa itu tidak punya cerita indah di cabang sepak bola.

Memang era kejayaan timnas Polandia seperti tenggelam dalam satu dekade terakhir. Kegemilangan terakhir 'Elang Putih' ialah saat meraih medali di Piala Dunia 1982 setelah mereka mendapatkan itu pada 1974 silam. Setelah itu, 'Elang Putih seperti tidur panjang. Faktanya, kendati berhasil lolos kualifikasi Euro 2008 dan 2012, 'Elang Putih' hanya bisa terbang pada fase grup dan terhenti di babak 14 besar. Kondisi itulah yang membuat segenap rakyat Polandia sempat hilang harapan. Namun, setelah mereka melihat hasil yang diraih tim besutan Adam Nawalka itu pada babak kualifikasi lalu, harapan mereka seperti membubung lagi. Dengan modal 6 kemenangan, 3 seri, dan hanya 1 menelan kekalahan selama babak kualifikasi, mereka pun percaya Robert Lewandowski dan kawan-kawan punya kapabilitas dan kualitas untuk bersaing dengan negara-negara lain pada putaran final Euro 2016 di Prancis nanti.

Tiga lawan mereka di grup C, yaitu Jerman, Ukraina, dan Irlandia Utara, tidak lagi menakutkan karena 'Elang Putih' telah menunjukkan kebangkitan dengan kemenangan yang mereka raih pertama kali dalam 19 pertemuan, pada Oktober 2014, di Warsawa, dengan skor 2-0. Serupa dengan Jerman, Irlandia Utara juga dipaksa bertekuk lutut di hadapan Polandia 1-2 di kandang mereka, Oktober tahun lalu. "Kami siap secara mental dan menyadari kami selalu mengalami peningkatan dalam hal pertahanan dan penyerangan. Kami optimistis menghadapi putaran final," ujar Nawalka. Di antara tim-tim mediocre lain di ajang Euro 2016, skuat 'Putih Merah' itu memang menjadi salah satu tim yang patut dipertimbangkan.

Para pemain timnas Polaindia bisa dibilang merata di segala lini dan ditambah dengan striker haus gol mereka, Lewandowski. Polandia pun kini menjadi tim yang sulit ditaklukkan. Kiper Wojciech Szczesny pun percaya komposisi tim Polandia saat ini ialah yang terbaik. Setelah mendapat kenangan buruk saat Piala Eropa 2012 lalu, Szczesny mengaku mereka mendapat pelajaran berharga sehingga insiden itu diharapkan tidak terulang. "Saya memang memercayai tim ini, tetapi saya ingin berhenti sebentar. Kami semua mengingat bagaimana tekanan Piala Eropa 2012 dan bagaimana semua itu berakhir sehingga kami ingin lebih santai kali ini," ujar Szczesny yang kala itu mendapat kartu merah di laga pembuka melawan Yunani. "Kami memiliki pemikiran yang jauh berbeda sekarang jika dibandingkan dengan 2012 silam. Pemain harus berpikir bagaimana operan, tekel, dan apa yang akan terjadi di lapangan pada 10 menit kemudian," ujar kiper AS Roma tersebut.

Pilihan sulit
Untuk menghadapi Euro 2016, Polandia memang terus menyiapkan diri. Sebanyak 28 pemain telah mereka persiapkan. Adam Nawalka percaya diri dengan para pemain pilihan yang telah ia umumkan sejak 13 Mei lalu. Bomber andalan Bayern Muenchen Robert Lewandowski terpilih sebagai pemimpin skuat 'Elang Putih'. Dengan para pemain kunci yang menjadi tumpuan kekuatan Polandia, seperti Jakub Blaszczykowski, Grzegorz Krychowiak, dan Lewandowski, Nawalka mengharapkan hasil positif pada laga Grup C. "Saya melihat para pemain dengan lebih dekat. Keduanya dilihat berdasarkan penampilan mereka di klub dan tim nasional. Saya yakin telah membuat pilihan yang bagus," ujar Nawalka.

Selain ketiga pemain andalan itu, sederet nama yang mengisi kursi pemain inti ialah bek Lukasz Piszczek (Borussia Dortmund), bek Torino FC Kamil Glik, dan penyerang Ajax, Arkadiusz Milik. Pemain muda Benfica, Pawel Dawidowicz, secara mengejutkan turut mengunci posisi pemain inti. Padahal, ia belum pernah sekali pun berlaga bersama tim. Hal itu pun masih menjadi perdebatan. Gelandang klub Lechia Gdansk, Sebastian Mila, dan bek Turkey Osmanlispor, Lukasz Szukala, yang turut memperkuat tim selama babak kualifikasi justru tidak terpilih lantaran permainan mereka di klub dianggap buruk oleh sang arsitek. "Saya memilih pemain yang saya kenal dengan baik. Pemain yang saya percayai. Ada tantangan yang besar di depan kami dan saya yakin kami akan siap menghadapinya," kilahnya. (Berbagai Sumber/R-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya