Hattrick Juara,Sevilla Rajai Liga Europa

Satria Sakti Utama
20/5/2016 04:55
Hattrick Juara,Sevilla Rajai Liga Europa
(AFP PHOTO / JAVIER SORIANO)

PREDIKAT sebagai raja Liga Europa pantas bersemat di dada Sevilla. Kamis (19/5), mereka mencetak tiga kali berturut-turut (hattrick) gelar kelas dua kompetisi Eropa itu setelah menaklukkan Liverpool 3-1 dalam laga final tahun ini di St Jakob-Park, Basel, Swiss. Sebelumnya, Los Rojiblancos juga menjadi yang terbaik di Liga Europa pada 2014 dan 2015. Ini merupakan kali pertama sebuah tim mampu meraih juara tiga kali berturut-turut sejak turnamen yang dahulu bernama Piala UEFA itu digelar pada 1971 silam. Pada 2007 lalu, Sevilla yang masih diasuh Juande Ramos juga sudah menahbiskan diri sebagai salah satu tim terbaik Liga Europa dengan menjadi juara dua kali beruntun (2006 dan 2007). Namun, kala itu, mereka menyamai rekor Real Mad-rid besutan Luis Molowny yang juga kampiun back-to-back pada 1985 dan 1986. Kemarin dini hari, skuat Unai Emery berpesta setelah membalikkan ketertinggalan di paruh pertama.

Gol Daniel Sturridge (35') dibalas dengan berondongan tiga gol sekaligus setelah turun minum, diawali gol Kevin Gameiro (46') dan disempurnakan dua gol Jorge Moreno alias Coke pada menit ke-64 dan 70. "Jika saja bisa menunjukkan kepercayaan diri sepanjang laga, Liverpool akan mampu mengalahkan kami. Akan tetapi, justru kami yang bisa melakukannya sehingga tim menjadi lebih tangguh dan tampil maksimal," ujar pelatih Sevilla Unai Emery. Dengan gelar di Basel itu, Sevilla menjadi tim terbanyak yang mengoleksi gelar Liga Europa (5). Liverpool masih menguntit di bawahnya dengan raihan tiga trofi, begitu pula duo Seri A, yakni Juventus dan Internazionale Milan.

Keberhasilan itu membuat Sevilla berhak berlaga langsung di fase grup Liga Champions musim depan meski mereka hanya berada di urutan kelima dalam tabel akhir La Liga. Bagi Emery, gelar itu membuatnya ingin terus berada di kursi kepelatihan dan memberi banyak gelar lain kepada Sevilla. Selepas Liga Europa, Los Nervionenses masih akan disibukkan untuk merebut satu titel lain, yakni Copa del Rey, kontra Barcelona.

Hanya liga lokal
Kekalahan dari Sevilla di final Liga Europa memperburuk rekor Juergen Klopp saat melakoni partai puncak. Pelatih asal Jerman itu tercatat telah melakoni lima laga babak final, tetapi empat di antaranya selalu berakhir dengan kegagalan. Terakhir, Klopp menyaksikan the Reds ditaklukan Manchester City dalam final Piala Liga Inggris, Februari lalu. Satu-satunya kesuksesan pria berusia 48 tahun itu ialah saat masih menukangi Borussia Dortmund dalam final DFB Pokal pada 2012 lalu. Meskipun begitu, Klopp tidak merasa tertekan dengan rekor buruk yang terus membayanginya. Ia pun merasa optimistis mampu memberi gelar yang lain kepada Liverpool di masa mendatang.

"Semakin lama Anda melalui masa tanpa memenangi sesuatu, semakin keras Anda akan berusaha," ujar Klopp seusai laga. Kegagalan itu sekaligus menutup peluang Liverpool untuk kembali menjajal arena kompetisi Eropa musim depan. Di Liga Primer, mereka hanya finis di urutan delapan sehingga tidak berhak mewakili Inggris baik di Liga Champions maupun Liga Europa. "Kami sebetulnya tidak memikirkan Liga Champions dan hanya fokus meraih trofi. Namun, kami tidak bisa mendapat trofi, pun menderita kegagalan kedua dengan tidak berlaga di Eropa musim depan," tandas kapten the Kops James Milner. (AFP/UEFA/R-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya