FIFA Kembali Seleksi Tuan Rumah Piala Dunia 2026

Asni Harismi
11/5/2016 22:54
FIFA Kembali Seleksi Tuan Rumah Piala Dunia 2026
(Foto istimewa)

FEDERASI Sepak Bola Dunia (FIFA) kembali meneruskan proses seleksi untuk tuan rumah Piala Dunia 2026, Rabu (11/5). Aktivitas tersebut sebelumnya telah dihentikan sejak tahun lalu menyusul skandal korupsi yang membelit FIFA.

Keputusan Dewan FIFA itu menjadi langkah terbesar yang diambil oleh organisasi tersebut sejak dipimpin oleh Presiden Gianni Infantino. Mereka berharap hal tersebut mampu memperbaiki citra FIFA yang tercoreng akibat proses biding tuan rumah Piala Dunia 2018 (Rusia) dan 2022 (Qatar).

"Suasana di FIFA semakin kondusif. Gianni selalu membicarakan soal sepak bola, berkeliling dunia untuk mengembalikan olahraga ini kepada kodratnya," kata anggota dewan asal Brasil Fernando Sarney.

Proses seleksi ini nantinya akan diorganisir oleh komite pemilihan yang menggantikan panitia sebelumnya. Bedanya, kali ini keputusan final tuan rumah akan dilakukan di Kongres FIFA, bukan lagi melalui rapat terbatas komite pemilihan semata.

FIFA rencananya akan mengumumkan pemenang biding pada Mei 2020. Mereka juga menambahkan satu aspek baru yang akan menjadi pertimbangan, yakni hak asasi manusia untuk melengkapi 25 poin persyaratan yang sebelumnya telah ada.

Keputusan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) John Ruggie. Ia mengacu kepada perlakuan Qatar kepada para pekerja pembangun infrastruktur Piala Dunia 2022 yang dinilai tidak manusiawi.

Selain membahas soal kandidat tuan rumah, Dewan FIFA juga membuka kemungkinan penambahan peserta Piala Dunia 2026 menjadi 40 tim (dari 30). Ini merupakan salah satu janji Infantino dalam kampanye pemilihan presiden FIFA.

FIFA pun membuka wacana menyelenggarakan ajang empat tahunan itu di setiap benua berbeda. Tiongkok, Meksiko dan Amerika Serikat kabarnya sudah menyatakan ketertarikannya untuk menjadi tuan rumah pesta sepak bola sejagad 2026 tersebut. (AFP/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya