Batu Karang di Bawah Mistar

10/5/2016 07:40
Batu Karang di Bawah Mistar
(AFP)

RUMANIA memang minim pemain papan atas yang berlaga di klub internasional. Tidak ada lagi nama besar semisal mantan striker Juventus Adrian Mutu yang memutuskan pensiun dari sepak bola internasional pada 2013 lalu.

Namun, dengan pemain seadanya, Tricolorii berhasil membungkus tiket putaran final Euro 2016.

Tim ‘Tiga Warna’ bahkan kemudian terkenal memiliki benteng pertahanan sekuat batu karang. Mereka hanya kebobolan dua gol dalam 10 laga kualifikasi Grup F yang dihuni Irlandia Utara dan kampiun Euro 2004, Yunani.

Selain karena lini belakang yang kukuh, Rumania juga patut bersyukur karena memiliki palang pintu di bawah mistar sekelas Ciprian Tatarusanu. Karena menjadi pilihan utama timnas sejak debutnya pada 2010, pemain milik klub Seri A Fiorentina itu telah mengemas 34 caps.

Bersama klub itu, pria berusia 30 tahun tersebut sering mendapat gelar ‘kiper terbaik per pekan’ dari para jurnalis. Mantan bintang Fiorentina yang juga berkebangsaan Rumania, Adrian Mutu, bahkan menyatakan skill Tatarusanu hanya bisa disaingi kiper timnas Italia, Gianluigi Buffon.

“Tatarusanu ialah salah satu kiper terbaik di Seri A. Penjaga gawang yang lebih bagus daripada dia hanyalah Buffon,” ujar Mutu.
Pada 2015 lalu, Tatarusanu dinobatkan sebagai pemain terbaik Rumania. Ia menjadi kiper pertama yang mendapat titel itu sejak Helmuth Ducka­dam (1986) yang menggagalkan empat penalti para pemain Barcelona di final Piala Eropa.

“Kiper bukanlah posisi yang harus melakukan hal-hal tidak terduga. Kami hanya harus lebih berani daripada pemain lain,” kata Tatarusanu.

Dengan tidak adanya lagi striker semisal Mutu atau Gheorghe Hagi yang membawa Rumania ke perempat final Piala Dunia 1994, beban berat berada di pundak Tata­rusanu. Kepiawaiannya menjaga gawang dipercaya bisa menghadirkan kejutan, setidaknya lolos dari fase grup yang dihuni tuan rumah Prancis serta Albania dan Swiss.

Pelatih Anghel Iordanescu mengakui Tatarusanu ialah salah satu pemain yang bakal menjadi andalannya. Ia berharap kehadi ran Tatarusanu di bawah mistar bisa menambah soliditas tim.
“Kami tidak memiliki pemain-pemain bintang yang hebat, seperti Prancis, Jerman, dan Spanyol, tapi kami memiliki tim yang bagus,” ujarnya. (UEFA.com/Rul/R-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya