Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Uni Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) yang terkena skors Michel Platini akan mengundurkan diri posisinya di organisasi tersebut setelah kalah dalam sidang banding terhadap skors untuk pelanggaran kode etik. Namun demikian, ia akan terus berjuang untuk membersihkan namanya.
Salah satu pemain terbaik asal Prancis di generasinya itu, yang kemudian menjadi sosok olahraga yang berkuasa, Platini, diskors setelah kesepakatannya dengan mantan Presiden Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional (FIFA) Sepp Blatter membuat dirinya terseret skandal, yang menghantam FIFA.
Pengadilan tertinggi olahraga, Pengadilan Arbitrase untuk Olahraga (CAS), menegakkan skors Platini pada Senin (9/5), meski mereka mengurangi hukumannya dari enam tahun menjadi empat tahun. "Panel CAS memiliki opini bahwa sanksi yang parah dapat menjustifikasi pandangan fungsi-fungsi superior yang dilakukan oleh Platini (Wakil Presiden FIFA dan Presiden UEFA), absennya penyesalan dan dampak masalah ini memiliki dampak kepada reputasi FIFA," kata CAS dalam pernyataannya.
Dengan keputusan itu, berarti UEFA, yang tidak menggantikan Platini sejak ia diskors pada Oktober 2015, akan harus memilih presiden baru. UEFA mengatakan Komite Eksekutif akan melakukan pertemuan pada 18 Mei di Basel, Swiss, untuk mendiskusikan langkah-langkah selanjutnya, sembari menambahkan bahwa tidak akan ada pelaksana tugas presiden yang akan ditunjuk pada tanggal tersebut.
Tanpa sosok Ketua UEFA, keputusan Platini itu berarti sepak bola Eropa tidak akan memiliki sosok pemimpin pada Piala Eropa, yang akan dihelat di Prancis pada Juni dan Juli mendatang.
Platini berjanji untuk meneruskan perjuangannya agar skorsnya dapat dicabut. Satu-satunya jalur yang tersisa ialah melakukan banding terhadap Pengadilan Federal Swiss, tapi hal itu hanya akan dapat mempengaruhi vonis jika didapati terdapat penyimpangan-penyimpangan prosedural.
"Saya melihat (keputusan) ini sebagai ketidak adilan mendalam...sebagaimana disepakati dengan asosiasi-asosiasi (sepak bola) nasional, bahwa saya mengundurkan diri dari fungsi saya sebagai Presiden UEFA agar dapat meneruskan perjuangan saya dengan pengadilan-pengadilan Swiss untuk membuktikan integritas saya pada urusan ini," kata Platini dalam pernyataannya seperti dilaporkan Reuters.
Pengacara Platini, Yves Wehrli, mengatakan pria Prancis itu akan mengundurkan diri dari UEFA 'dalam beberapa hari mendatang'.
Sementara itu, Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) mengatakan pihaknya akan menghormati keputusan UEFA. "Walau bagaimana pun, FFF menghormati pekerjaan Michel Platini dan kualitas pria yang selalu bekerja demi kepentingan sepak bola, khususnya saat ia menjadi presiden UEFA," kata mereka.
Platini diskors bersama dengan mantan presiden FIFA Blatter terkait pembayaran senilai 2 juta franc Swiss, yang diberikan kepada pria Prancis itu oleh FIFA dengan persetujuan Blatter pada 2011 untuk pekerjaan yang telah dikerjakan satu dekade sebelumnya.
Komite Etik FIFA mengatakan pembayaran tersebut, yang diberikan ketika Blatter berupaya untuk dapat terpilih kembali, kurang transparan dan mewakili konflik kepentingan. Kedua orang itu menolak disebut telah melakukan pelanggaran.
Platini difavoritkan untuk menggantikan Blatter saat itu. Namun yang terjadi, mantan sekretaris jenderalnya di UEFA, Gianni Infantino, memasuki persaingan pemilihan Presiden FIFA dan memenangi pemilihan pada Februari.
Platini dan Blatter diskors untuk sementara pada Oktober, sambil komite etik FIFA menyelidiki kasus ini, kemudian menskors mereka untuk delapan tahun pada Desember, yang dikurangi menjadi enam tahun oleh komite banding FIFA pada Februari. (Ant/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved