Claudio Ranieri pun Ingkar untuk Tetap Tegar

Ghani Nurcahyadi
09/5/2016 07:18
Claudio Ranieri pun Ingkar untuk Tetap Tegar
(AFP/ ADRIAN DENNIS)

LAYAKNYA seorang guru kepada murid, manajer Leicester City, Claudio Ranieri, memberikan aba-aba untuk hening sejenak kepada suporter yang telah membirukan Stadion King Power, Sabtu (7/5).

Keheningan di stadion berkapasitas 32.262 tempat duduk itu kemudian disambut suara menggelegar penyanyi tenor legendaris Italia, Andrea Bocelli. Bocelli yang kali ini mengenakan jersey Leicester bertuliskan namanya menyanyikan Nessun Dorma, lagu anthem Piala Dunia 1990, 30 menit sebelum laga Leicester City dan Everton digelar.

Bocelli yang juga kawan Ranieri menjadi salah satu kepingan dalam perayaan kemenangan 'si Rubah' di Liga Primer musim ini. Meski telah memastikan gelar juara pada Senin (2/5) lalu, perayaan resmi baru dilangsungkan akhir pekan ini.

Makin sempurna, Leicester menghajar Everton 3-1 sehingga ritual pengangkatan trofi untuk kali pertama sepanjang 132 tahun sejarah mereka kian emosional. Ranieri dan kapten tim, Wes Morgan, mengawali ritual tersebut.

"Saya tidak bisa mengungkapkan (kebahagiaan) dengan kata-kata. Perlu proses panjang dan kerja keras bagi saya untuk berada di sini," ucap Morgan.

Ranieri bahkan sampai ingkar janji untuk tetap tegar ketika Leicester mengangkat trofi juara. Tercatat, tiga kali arsitek asal Italia itu tak kuat menahan haru. Matanya berkaca-kaca.

"Ini sangat menakjubkan. Saya mencoba untuk kuat karena saya ingin merasakan momen ini dengan lebih baik," ucapnya.

Keberhasilan kali ini menjadi perayaan kedua bagi warga Leicester yang tahun lalu bersukacita karena klub kesayangan mereka akhirnya selamat dari degradasi.

Tak berlebihan jika euforia kemudian menyebar ke setiap sudut kota. Penduduk Leicester memadati Aylestone Road yang mengarah ke Stadion King Power.

Beragam spanduk dan atribut diusung suporter, salah satunya berbunyi, 'Trofi juara itu didapatkan, bukan dibeli', untuk menyindir klub-klub kaya di Liga Primer.

Pesta bahkan merambah lintas benua. Di Bangkok, Thailand, ratusan suporter dadakan Leicester merayakan kegemilangan klub milik miliuner 'Negeri Gajah Putih', Vichai Srivaddhanaprabha, itu.

Dongeng indah Leicester City pun belum usai. Bagi para pemain, keberhasilan mengukir sejarah bakal berbuah mobil mewah Mercedes-Benz B-Class Electric Drive hadiah dari Vichai. Namun, semua itu baru bisa dinikmati setelah Leicester menghadapi Chelsea pada partai pamungkas akhir pekan ini.

"Setelah itu, pergi ke laut untuk bersantai dan kemudian memulai lagi musim baru dengan ambisi dan perasaan yang sama," tandas Ranieri yang juga pernah membesut Chelsea.

Arsitek berumur 64 tahun dan berjuluk Tinkerman itu yakin Leicester punya fondasi kukuh untuk membuktikan bahwa prestasi luar biasa mereka kali ini bukan sekadar kebetulan.

"Ketika pertama kali datang, saya berpikir suasana ruang ganti klub ini sangat bagus, semua bersahabat, dan saya mencoba membangun mental Italia, solid dan kuat."(AFP/BBC/Gnr/X-9)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya