Jadikan TSC 2016 Kompetisi yang Sehat

Gnr/Sat/R-1
23/4/2016 06:31
Jadikan TSC 2016 Kompetisi yang Sehat
(ANTARA/Fahrul Jayadiputra)

KENDATI sudah mendapatkan restu Presiden Joko Widodo untuk menggelar Torabika Soccer Championship (TSC), Kementerian Pemuda dan Olahraga meminta PT Gelora Trisula Semesta (GTS) sebagai penyelenggara kompetisi terus berkomunikasi dengan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).

Komunikasi dengan BOPI, menurut Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Gatot S Dewa Broto, Kamis (21/4) lalu, penting untuk bisa bersama-sama melakukan proses verifikasi terhadap klub peserta kompetisi yang akan dibuka langsung oleh Presiden Jokowi di Stadion Mandala, Jayapura, Papua, pada 29 April itu.

"Kami minta PT GTS untuk bisa langsung berkomunikasi dengan BOPI agar verifikasinya bisa jalan. Selama ini komunikasi keduanya seperti terhalang oleh kendala psikologis sehingga saat ini menjelang kickoff, komunikasinya harus intensif. Selama ini tidak lancar-lancar amat, hanya permintaan rekomendasi," kata Gatot.

Verifikasi yang kini dilakukan oleh BOPI, lanjut Gatot, tidak akan menggugurkan status kompetisi tersebut karena amanah dari Presiden Jokowi, kompetisi tersebut harus bisa berjalan sesuai dengan rencana.

Meski demikian, ia berharap akan terwujud prinsip kompetisi yang sehat dan bersih.

Terkait dengan keengganan PT GTS mengakui Tim Transisi, Gatot pun memaklumi.

"Kami tidak ingin menyulitkan, kalau toh tidak meng-akui Tim Transisi, bisa berkomunikasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga."

Di bagian lain, Gatot memperta-nyakan pernyataan Ketua Komite Ad Hoc Reformasi PSSI Jenderal (Purn) Agum Gumelar yang menolak beraudiensi dengan FIFA bersama pemerintah.

Agum beralasan dirinya tidak ingin lagi tertipu dan meminta jaminan dari pemerintah terkait dengan pencabutan pembekuan PSSI, sebelum bertolak ke markas FIFA di Zurich, Swiss.

Sebagai kepanjangan tangan FIFA, sejatinya Komite Ad Hoc hanya bertugas melakukan sinergi dengan pemerintah, PSSI, dan stakeholder sepak bola Indonesia untuk mencari solusi atas kekisruhan sepak bola.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya