Pembentukan Federasi Baru Pengganti PSSI Bukan Solusi

Widjajadi
09/4/2016 17:08
Pembentukan Federasi Baru Pengganti PSSI Bukan Solusi
()

PEMBENTUKAN federasi baru pengganti PSSI yang kisruh dan berada dalam bayang-bayang sanksi FIFA pada Mei mendatang, ditentang mantan anggota Komite Nasional Penyelamat PSSI Fx Hadi Rudyatmo. Kemunculan federasi baru untuk mengurus sepakbola nasional, diyakini malah akan memunculkan persoalan baru.

"Tidak perlu ekstrim dengan pembentukan federasi baru sebab nanti akan muncul persoalan baru. Ingat satu masalah saja belum terselesaikan, apa ingin tambah masalah lain," kata Rudy, Sabtu (9/4).

Dari pengamatannya, sebenarnya langkah-langkah yang sudah dilakukan pemerintah, Tim Ad Hoc pimpinan Agum Gumelar, dan juga sejumlah tokoh dunia oleh raga nasional, seperti ketua KOI Eric Thohir bersama Rita Subowo yang mengemban pesan dari Presiden Jokowi kepada FIFA, telah memunculkan harapan baru, yakni PSSI selamat dari sanksi FIFA.

Apalagi dengan tersangkutnya La Nyalla Mattalliti dalam kasus korupsi, Rudy meyakini, pemerintah akan lebih mudah, taktis dan komprehensif di dalam mengurai benang kusut yang ada di PSSI. Waktu paling dekat, Menpora Nahrawi disarankan segera mengambil langkah mencabut kembali pembekuan PSSI.

"Kirim surat kepada Sekjen PSSI, untuk segera mengambil langkah-langkah persiapan Kongres Luar Biasa (KLB). Kebijakan ini saya pikir lebih realistis dilakukan dalam waktu yang sangat singkat, ketimbang harus memunculkan federasi baru untuk mengurus sepakbola nasional," imbuhnya.

Rudy menambahkan, bagaimanapun PSSI memiliki sejarah perjuangan panjang yang tidak bisa dihapus begitu saja. Sejak berdiri 1930, PSSI bersama sang pelopor Maladi, telah mengayuhkan langkah yang luar biasa untuk perjalanan panjang sepakbola nasional.

Karena itu, meski dengan alasan untuk melaksanakan revolusi mental persepakbolaan nasional, ia lebih cenderung untuk mempertahankan organisasi PSSI seperti yang dirintis Maladi.

"Pembubaran PSSI dan terbentuknya federasi baru, apa pun namanya, sama halnya menghapus dan meniadakan peran dan jasa Maladi sebagai tokoh nasional sepakbola di tana air. Miris hati saya jika itu sampai disetujui oleh para pemilik suara. Lebih baik seluruh elemen sepakbola di Tanah Air, mendukung penyelesaian kisruh PSSI yang ada sekarang," tandas ketua Persis Solo itu. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya