FIFA Pantau Sepakbola Indonesia

Satria Sakti Utama
07/4/2016 22:51
FIFA Pantau Sepakbola Indonesia
(ANTARA)

SITUASI persepakbolaan Indonesia kian pelik saja setelah Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti memilih kabur untuk menghindari kasus hukumnya. Pengusaha asal Surabaya ini sebelumnya diduga terlibat korupsi dana hibah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur. Namun, federasi sepak bola dunia (FIFA) masih saja memilih pasif dan hanya memantau perkembangan lebih lanjut kondisi PSSI.

"FIFA terus mengawasi situasi yang terjadi di Indonesia. Kami tidak akan berkomentar lebih jauh saat ini," tulis Departemen Media FIFA Alois Hug, Kamis (7/4)

Sementara itu, PSSI pernah melontarkan pernyataan yang menyebutkan bahwa kasus hukum mantan presiden FIFA Sepp Blatter dan Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti tidak bisa disamakan. Hal ini berkaitan dengan desakan mundur La Nyalla dari Ketum PSSI untuk mengikuti jejak Sepp Blater yang sebelumnya mengundurkan diri pascaterkuaknya dugaan korupsi di tubuh federasi yang dipimpinnya.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Azwan Karim kala itu berujar bahwa Blatter harus mundur karena skandalnya terjadi di ranah sepak bola. Sedangkan, La Nyalla kasus hukum di ranah lain yakni dugaan korupsi dana hibah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur. Lebih lanjut, Azwan mengungkapkan pengusaha asal Surabaya tersebut pantas lengser karena masih berstatus tersangka, bukan terpidana.

"Sepp Blater itu kasusnya terkait permasalahan sepak bola. Beliau tersandung kode etik FIFA. Ada lima pasal yang menyandung dia, sedangkan Pak Nyalla tidak terkait dengan kasus sepak bola. Karena itu, tidak ada korelasinya," kata Azwan.

Akan tetapi, berkaca dengan skandal yang menimpa Juan Pedro Damiani kriteria yang disebutkan Azwan menjadi sebuah antitesa. Pejabat federasi sepak bola tidak perlu menanti sebagai terpidana atau harus terjerat kasus hukum yang berkaitan dengan sepak bola hanya untuk sekedar memutuskan mundur.

Damiani merupakan Komite Etika FIFA yang memutuskan mundur karena terseret skandal 'Panama Papers' yang kini ramai diperbicangkan. Pria yang bekerja sebagai pengacara ini terbukti membantu membangun perusahaan minyak milik Eugenio Figueredo melalui kantor hukumnya. Ia pun juga dikabarkan memiliki hubungan erat dengan pebisnis Hugo Jinkis dan putranya Mariano di Argentina. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya