Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Nugraha Besoes mengungkapkan berdasarkan statuta PSSI bahwa anggota komisi eksekutif (Exco) termasuk jabatan ketua umum harus mundur jika berstatus tersangka.
Hal itu tentu berlawanan dengan pernyataan sejumlah pejabat PSSI yang menilai status tersangka belum cukup untuk memaksa Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti untuk lengser. Mereka beranggapan sampai saat ini belum ada keputusan hukum tetap yang menunjukkan pengusaha asal Surabaya itu bersalah di mata peradilan.
"Kalau dulu harus berhenti, jadi kalau tersangka harus berhenti. (Presiden FIFA Sepp) Blatter kan gitu karena suspect, dia terus berhenti. Namun apa pun masalah hukum FIFA kan sensitif. Apabila sudah menjadi tersangka, maka dia tidak bisa jadi calon ketua umum, pengurus, atau tidak bisa jadi ketua," ujarnya di sela-sela seminar 'Revolusi Mental Sepak Bola Indonesia' di Jakarta, Rabu (6/4).
Oleh karena itu, pria yang pernah menjadi pejabat di PSSI selama 27 tahun itu meminta anggota Exco PSSI untuk legowo berinisiatif menggulirkan Kongres Luar Biasa (KLB). Meskipun pahit, Besoes menilai itu merupakan cara agar kondisi sepak bola nasional akan kembali bangkit.
"Mau enggak Exco berbesar hati buka kesempatan bikin KLB dengan kondisi yang seperti ini? Karena memang satu-satunya cara memang tidak enak ini. Pahit memang, tapi kalau tidak, ya begini terus, jadi stagnan," imbuhnya.
Di lain pihak, Ketua Umum Badan Sepak Bola Rakyat Indonesia (Basri) Eddy Sofyan mewacanakan untuk membentuk federasi baru sebagai salah satu opsi menyelesaikan kondisi sepak bola Indonesia saat ini. Namun, hal itu berpotensi menimbulkan pertentangan di publik mengingat sejarah pembentukan PSSI yang memiliki nilai mendalam. PSSI dibentuk ole Ir Soeratin sebagai bentuk eksistensi Indonesia dan perjuangan masyarakat atas penjajahan kala itu.
Meski demikian, Eddy menilai pembentukan federasi baru tidak akan serta merta menyisihkan sejarah panjang sepak bola nasional.
"Ada kekhawatiran hilang sejarah perjuangan PSSI. Itu tidak apa-apa, masih masuk dalam anggaran dasarnya yang menyebutkan nantinya Insinyur Soeratin membentuk PSSI di Solo sebagai azas perjuangan bangsa. Jadi opsi ini bisa diambil karena sepak bola di dunia sudah maju tapi kita masih begini saja," sebutnya. (Sat/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved