Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KETIKA dua raksasa asal Manchester di Liga Primer Inggris menghabiskan banyak dana untuk belanja pemain pada musim panas lalu, baik City maupun United, tentu sama sekali tidak membayangkan bahwa pertemuan dua klub sekota atau dikenal dengan istilah derbi terakhir mereka di musim ini hanya sekadar pertarungan untuk memperebutkan tiket Liga Champions (bukan juara kompetisi).
Dengan City, yang menghuni peringkat keempat, telah terpaut 12 angka dari pemuncak klasemen dan United berusaha mendaki dari peringkat keenam, pertandingan Minggu (20/3) nanti bukanlah laga penting yang menentukan tim mana yang akan menjadi juara seperti yang diharapkan keduanya.
City menghabiskan 152 juta pound untuk persiapan musim ini, sedangkan United juga melampaui pembelanjaan sebesar 100 juta pound. Namun, kedua tim tidak mendapatkan momentum yang diperlukan untuk dapat bersaing memperebutkan gelar juara.
United, yang sering kesulitan mencetak gol sepanjang musim, akan menjalani pertandingan di Stadion Etihad dengan tertinggal empat angka dari rival sekotanya tersebut kendati mereka mungkin tetap mencium aroma 'darah" (persaingan habis-habisan) dalam pertemuan itu.
Penampilan City merosot pada beberapa pekan terakhir dan, dengan sang pemuncak klasemen Leicester yang bermain melawan Crystal Palace sehari sebelumnya (Sabtu), mereka berpeluang tertinggal 15 angka saat baru memulai duel derbinya tersebut.
Sejak diumumkan pada bulan lalu bahwa Pep Guardiola akan menggeser posisi manajer Manuel Pellegrini pada Juli nanti, City hanya meraih dua kemenangan dari enam pertandingan liga dan berpotensi tertinggal semakin jauh dari puncak. Dan kemenangan di setiap laga sisa menjadi mutlak dan menjadi harapan mereka untuk meraih gelar.
Sementara itu, Arsenal, yang tertinggal 11 angka dari Leicester dan akan mengunjungi markas Everton pada Sabtu, merupakan tim lain yang memiliki poin krusial pada musim ini. Posisi manajer Arsene Wenger pun kembali berada dalam bahaya. Setelah hanya mencatatkan satu kemenangan dari delapan pertandingan terakhirnya di semua kompetisi dan telah tersingkir dari Piala FA akibat kalah di kandang sendiri dari Watford, debat mengenai masa depan Wenger memang memanas.
Apalagi, mereka baru saja disingkirkan Barcelona di babak 16 besar Liga Champions akibat kekalahan 1-3 pada laga kedua di Nou Camp, Rabu (16/3) lalu. Arsenal kini tidak memiliki apa pun untuk dipertaruhkan kecuali mereka dapat kembali bersaing pada perebutan gelar liga.
Bagaimana pun, seperti City, harapan-harapan Arsenal tergantung pada peluang Leicester untuk tergelincir, yang faktanya klub itu justru tampil cukup baik pada setiap pekannya. Pertarungan perebutan gelar kelihatannya kini hanya diikuti pasukan Claudio Ranieri dan Tottemham Hotspur, yang tertinggal lima angka dan akan menjamu Bournemouth pada Minggu.
Kedua tim semestinya menang, dengan Leicester, yang memiliki rekor tandang terbaik di kompetisi strata tertinggi, mengunjungi markas Palace yang hanya mampu mendapatkan empat angka dari 12 pertandingan terakhirnya. Tottenham, yang hanya kalah dua kali dari 16 pertandingan kandang terakhirnya di liga, akan menghadapi Bournemouth yang duduk nyaman di peringkat ke-13 di klasemen.
Pada pertarungan menghindari degradasi, manajer baru Newcastle United Rafael Benitez akan menjalani derbi Timur laut perdananya ketika timnya menjamu Sunderland pada Minggu. Newcastle, yang menghuni peringkat kedua dari bawah di klasemen, tertinggal satu angka dari tetangganya yang menghuni peringkat ke-17 di klasemen yang berisi 20 tim. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved