Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KETERBUKAAN Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional (FIFA) untuk menerima perwakilan dari pemerintah akan dimanfaatkan sepenuhnya oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk mencari solusi, bukan mengungkapkan dosa PSSI kepada FIFA.
Kepala Komunikasi Publik Kemenpora Gatot S Dewa Broto menuturkan, fokus penyelesaian konflik sepak bola nasional lebih penting. Oleh karenanya, ia meminta kepada PSSI agar tidak terlalu khawatir akan langkah pemerintah yang akan menemui FIFA nantinya. Meski ia mengakui bahwa dosa PSSI pernah disampaikan saat delegasi FIFA berjumpa dengan Presiden Joko Widodo 2 November lalu.
"Kita pernah laporkan saat FIFA datang pada 2 November tentang seperti pelanggaran mereka kepada statuta FIFA. Tapi untuk nanti agenda pertemuan dengan FIFA tidak akan membuka masa lalu lagi. Kami berpikir yang ke depan karena itu tidak habis-habisnya. Jadi, PSSI tidak usah khawatir," ungkap mantan pejabat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) itu saat ditemui di Kantor Kemenpora, Selasa (15/3).
Terkait kemungkinan menyertakan perwakilan PSSI atau pihak lain untuk turut hadir dalam pertemuan dengan FIFA, Gatot tidak menutup peluang tersebut. Itu lantaran dalam surat balasan FIFA tertanggal 11 Maret lalu, FIFA berharap pemerintah menyertakan stakeholder sepak bola nasional lain.
"Menang ada kata-kata whether. Tidak ada poin itu harus tapi bagi kami itu menjadi bahan pertimbangan bagi kami," lanjut Gatot. Terkait poin reformasi yang diminta oleh FIFA, sampai saat ini Kemenpora belum juga terbuka kepada media.
Di sisi lain, menanggapi surat balasan FIFA kepada pemerintah yang membuka diri digelarnya pertemuan, klub-klub Indonesia Super League (ISL) memilih menunggu perkembangan yang ada. Mereka pun berharap agar sepak bola nasional normal kembali.
"Saya tidak comment-lah karena biarlah itu urusan federasi dan pemerintah. Kita lihat dan tunggu hasilnya. Solusinya kita mau kisruh ini tidak terjadi lagi dan kemudian ada sanksi yang berlaku untuk tim dan federasi dicabut. Kuncinya agar kompetisi berjalan lagi," ujar Sekretaris Umum Persipura jayapura Rocky Bebena.
Senanda dengan Rocky, Manajer Umum Arema Cronus Ruddy Widodo juga menyampaikan pernyataan tidak jauh berbeda. "Saya mikir klub saja pusing. Jadi kalau komentar seperti ini satu saya 'Semoga Allah SWT memberikan yang terbaik bagi perkembangan sepak bola Indonesia, maju dan terus berprestasi', titik itu saja. Saya tidak mau ikut terlalu dalam lah," jelasnya. (Sat/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved