Kemenpora Bergerak Cepat Penuhi Syarat FIFA

Satria Sakti Utama
15/3/2016 09:12
Kemenpora Bergerak Cepat Penuhi Syarat FIFA
(Antara/Andika Wahyu)

KEMENTERIAN Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bergerak cepat untuk segera memenuhi keinginan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA).

Dalam surat FIFA tertanggal 11 Maret lalu, FIFA meminta gambaran terperinci tentang solusi masa depan yang diinginkan oleh pemerintah. Hal itu sebagai bahan pertimbangan FIFA sebelum bertemu dengan pihak pemerintah Indonesia nantinya.

Dalam menanggapi hal tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengaku akan mempersiapkannya dalam waktu dekat. Ia pun mengaku senang dengan respons positif dari FIFA.

"Presiden (Joko Widodo) meminta saya untuk melihat opsi-opsi yang mungkin. Kemudian apa saja yang harus disampaikan kepada FIFA. Presiden sudah memutuskan untuk mengirim delegasi ke FIFA. Sebelum April sudah berangkat," ujar Imam Nahrawi di Kantor Sekretariat Wakil Presiden, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, kemarin (Senin, 14/3).

Momentum FIFA memberikan tanggapan yang positif itu akan dimanfaatkan oleh Kemenpora untuk kembali mengirimkan surat balasan dalam jangka waktu satu atau dua pekan ke depan. Terkait bocoran isi yang akan disampaikan nantinya, pihak Kemenpora belum bersedia memberikan pernyataan terperinci.

Keputusan untuk mengirim delegasi ke FIFA dipastikan setelah Kemenpora mendapat surat balasan dari FIFA. "Baru hari ini (kemarin) saya baca suratnya. Respons dari FIFA baik. FIFA minta poin-poin penting apa yang akan disampaikan delegasi indonesia kepada FIFA. Karena itu, kami sekarang menyusun poin-poin penting," terang Menpora.

Ketika ditanya apakah pergantian kepengurusan PSSI juga akan menjadi salah satu poin yang bakal disampaikan, Nahrawi tidak menampik. "Salah satu poinnya itu," imbuh dia.

Sementara itu, tanggapan positif FIFA yang membuka diri atas pertemuan dengan wakil dari pemerintah membuat PSSI kini memilih menunggu. "Saya kira isinya surat balasan tersebut normatif. Soal detailnya seperti apa, kita wait and see saja," anggota Eksekutif PSSI Gusti Randa.

PSSI secara implisit meminta dilibatkan dalam pertemuan antara FIFA dan pemerintah di Zurich nantinya. "Iya dong. Di dalam surat sudah jelas pemerintah harus melibatkan federasi resmi sepak bola di Indonesia," sebut anggota Exco PSSI yang lain, Tonny Apriliani, seusai rapat di Kantor PSSI, kemarin.

ISL atau ISC
Di lain pihak, PSSI mulai ber-gerak aktif kembali pascaputusan kasasi MA yang menolak gugatan Kemenpora. Rapat Exco PSSI memutuskan untuk memerintahkan PT Liga Indonesia menggelar lagi kompetisi Indonesia Super League (ISL) pada 15 April mendatang.

Namun, keputusan itu cukup membingungkan karena di tanggal yang sama anak perusahan PT Liga Indonesia yakni Gelora Trisula Semesta (GTS) berencana menggelar Indonesia Soccer Competition (ISC).

"Konsekuensinya PSSI memerintahkan PT Liga Indonesia untuk menyelenggarakan kompetisi di semua jenjang. ISL yang akan digelar 15 April, kemudian Divisi Utama serta Piala Suratin. Artinya kegiatan yang sebelumnya terlambat, PSSI akan menggelarnya," imbuh Gusti Randa.

Keinginan PSSI itu belum sepenuhnya diamini oleh CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono. "Yang menjadi concern kita itu kan izinnya. PSSI dalam waktu dekat kan akan mengirimkan surat permohonan izin. Kita lihat nanti permohonan izinnya seperti apa, kalau itunya oke, ISC <>switch ke ISL. Kalau tidak, kita lihat nanti."(Deo/R-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya