Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMITE banding Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) tetap menyatakan Sepp Blatter dan Michel Platini melanggar etika organisasi.
Namun, presiden FIFA dan UEFA nonaktif itu mendapat keringanan hukuman, dari seharusnya delapan tahun menjadi enam tahun.
Blatter dan Platini dijatuhi sanksi setelah terlibat transaksi mencurigakan senilai US$2 juta (Rp26,95 miliar) pada 2011 lalu.
Penguasa FIFA selama 17 tahun tersebut menyangkal bahwa dana itu merupakan biaya konsultasi verbal yang memang tidak ada hitam di atas putih.
Atas hal itu, dewan etik FIFA menjatuhkan larangan beraktivitas di sepak bola selama delapan tahun.
Namun, komding berpendapat ada 'beberapa faktor yang meringankan' mereka sehingga hukuman pantas dikurangi dua tahun.
Blatter dan Platini hanya dua dari puluhan petinggi sepak bola dunia yang terlibat dalam gurita korupsi di tubuh FIFA.
Hingga kini, tak kurang dari 39 staf dan petinggi di berbagai organisasi sepak bola menunggu hukuman di Amerika Serikat karena diduga terlibat dalam skandal megakorupsi senilai total lebih dari $200 juta (Rp2,695 triliun).
Media internasional menilai pengurangan hukuman ini mencederai usaha FIFA untuk membuka lembaran baru setelah skandal memalukan tersebut.
Pasalnya, hal tersebut dilakukan hanya sehari sebelum kongres digelar, Jumat (26/2) ini.
FIFA akan menggelar voting pemilihan presiden baru dengan menghadirkan lima kandidat.
Mereka ialah Gianni Infantino, Sheikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa, Prince Ali bin Al Hussein, Jerome Champagne, dan Tokyo Sexwale.
Spekulasi menyebut dua nama pertama merupakan kandidat terkuat untuk menjadi suksesor Blatter.
Sheikh Salman dipastikan mengamankan 47 suara yang dimiliki Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) serta 54 suara Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF).
Meskipun demikian, Infantino mengklaim telah menikung 54 suara CAF tersebut di detik-detik akhir kampanye.
Sebelum tiba di markas FIFA, Zurich, Swiss, ia memang berhenti sebentar di Benua Hitam, diduga untuk melakukan lobi-lobi.
"Saya percaya diri, bahkan punya alasan untuk sangat percaya diri. Diskusi saya dengan Presiden CAF sangat meyakinkan," ujar Sekjen Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) itu.
Sebelum pemilihan, Prince Ali mengusulkan agar kotak voting dibuat transparan.
Ia bahkan sudah menyiapkan kotak itu, tapi ditolak Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved