Atletico Cari Pelampiasan di Panggung Eropa

Asni Harismi
24/2/2016 09:13
Atletico Cari Pelampiasan di Panggung Eropa
(Ilustrasi MI)

KEGAGALAN merebut poin penuh saat menghadapi Villarreal pada akhir pekan lalu membuat Atletico Madrid makin tertinggal dari Barcelona dalam perburuan mahkota La Liga musim ini. Arsitek Atletico, Diego Simeone, bahkan sudah mengibarkan bendera putih untuk mengejar Blaugrana.

Karena itu, untuk menebus kekesalan tersebut, mereka akan melampiaskannya di Philips Stadion saat menghadapi tuan rumah PSV Eindhoven pada laga pertama babak 16 besar Liga Champions, dini hari nanti. Sebab, hanya di Liga Champions peluang mereka merebut trofi musim ini masih terbuka.

"Jika kami melihat target yang kami buat di awal musim, kami masih sesuai dengan jadwal. Menjuarai La Liga sangat berat, kecuali untuk Barcelona," ujar juru taktik asal Argentina itu.

Diakui Simeone, keroposnya lini belakang Los Rojiblancos masih menjadi pekerjaan rumah dia. Padahal, mereka punya catatan tak menyenangkan ketika berhadapan dengan klub-klub Belanda di fase gugur.

Atletico kalah 0-3 dari Ajax dalam lawatan perdana mereka ke 'Negeri Kincir Angin' di semifinal European Champion Clubs 1970-1971. Mereka juga menyerah dua kali dari FC Groningen. Saat imbang dengan Ajax di perempat final Liga Champions 1996-1997, Atletico akhirnya malah kalah 2-3 di Spanyol.

Meski demikian, Fernando Torres dkk bisa sedikit bernapas lega karena satu-satunya sejarah pertemuan mereka dengan PSV cukup positif. Keduanya bertemu di fase grup Liga Champions pada 2008-2009. Wakil La Liga itu memborong kemenangan, yakni 3-0 di Eindhoven dan 2-1 di Vicente Calderon, yang salah satu golnya disarangkan striker yang kini menjadi andalan Manchester City, Sergio Aguero.

"Kami punya mental semua pemain harus mampu bermain bertahan, menjaga lawan, serta tidak membiarkan lawan mendekati gawang kami," ujar bek Diego Godin. Di kubu tuan rumah, pelatih PSV, Phillip Cocu, terancam kehilangan bomber Luuk de Jong. Padahal, penyerang lokal itu sudah membukukan 17 gol dalam 24 laga di liga.

Cocu punya pilihan lain untuk menurunkan ujung tombak asal Meksiko, Andres Guardado, yang baru sembuh dari cedera <>hamstring. Namun, arsitek berusia 45 tahun itu menekankan pentingnya mempertahankan soliditas barisan belakang yang tidak pernah kebobolan dalam tiga laga terakhir di liga.

"Saya rasa kekuatan kami ada di lini belakang. Barisan terakhir dan tengah bekerja sangat kompak," ujarnya. Diakui Cocu, dalam laga nanti, timnya memang layak diposisi sebagai underdog. Namun, ia justru senang dengan kondisi itu karena mereka bisa tampil tanpa beban. Hal itu sudah mereka buktikan saat menyingkirkan Manchester United di fase grup.(AFP/AP/Ash/R-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya