Rusia Beri Kapolri Penghargaan

Hym/P-2
07/4/2017 06:44
Rusia Beri Kapolri Penghargaan
(Duta Besar Rusia Mikhail Galuzin menyerahkan medali penghargaan 100 Years of International Police Cooperation kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian, di Jakarta, Kamis (6/4). -- Dok. Kedubes Rusia)

PEMERINTAH Rusia meng­anugerahkan penghargaan Peringatan 100 Tahun Kerja Sama Kepolisian Internasional (100 Years of International Police Cooperation) kepada Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian.
Penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri Rusia, lembaga yang membawahkan kepolisian itu, diserahkan Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin dan bertempat di Kedutaan Besar Rusia di Jakarta, Kamis (6/4).

Galuzin mengatakan pemberian penghargaan 100 Years of International Police Cooperation kepada pejabat tinggi di lingkungan kepolisian asing dimulai sejak 1914 bertepatan dengan konferensi kepolisian internasional pertama di Monako.

“Seperti yang saya ketahui, penghargaan ini ialah penghargaan asing pertama yang diterima Tito Karnavian. Karena itu, saya sangat bangga menyerahkan penghargaan ini atas nama pemerintah Fe­derasi Rusia,” ujarnya.

Galuzin mengatakan keputusan Rusia menganuge­rahkan penghargaan tersebut kepada Tito disebabkan kontribusi besar Polri dalam memajukan hubungan bilateral atau kerja sama internasional antara Rusia dan Indonesia.

Seusai penyerahan penghargaan, Tito mengatakan ada dua alasan utama yang melatarbelakangi pemberian penghargaan tersebut kepadanya. Pertama, Rusia sangat terkesan dengan konferensi Interpol yang diselenggarakan di Bali tahun lalu yang diikuti 167 negara dari 192 negara anggota PBB.

“Itu adalah rekor. Sejarahnya belum pernah mencapai 167 negara yang dihadiri ribuan orang termasuk juga dari Rusia. Pada konferensi itu terpilih ketua dari Tiongkok. Rusia menempati posisi deputi Interpol untuk urusan Eropa. Mereka sangat bangga dan itu karena dukungan kita juga,” ujar Tito.

Kedua, penghargaan diberikan karena kerja sama dua negara dalam membangun hubungan bilateral, khususnya di bidang keamanan. Indonesia-Rusia sudah memiliki banyak kerja sama pertukaran informasi, sejak Al-Qaeda mencuat hingga persoalan terkait dengan Chechnya.

Saat ini kedua negara membangun kerja sama bidang pertukaran informasi intelijen, capacity building atau pelatihan-pelatihan, dan dialog dua negara. Dalam hal dialog dua negara, Polri mengambil posisi penting terutama soal isu terorisme, narkotika, perdagangan manusia, dan kejahatan siber. (Hym/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Oka Saputra
Berita Lainnya