Polisi Sita 615 Ton Pupuk Palsu dari Empat Pabrik

Mal/Pra/Jes/X-10
06/4/2017 06:25
Polisi Sita 615 Ton Pupuk Palsu dari Empat Pabrik
(Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Mabes Polri Brigadir Jenderal Agung Setya. -- ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

MABES Polri menggeledah empat pabrik yang diduga memproduk­si pupuk palsu dan menemukan 13 gudang penyimpanan, Selasa (4/4). Polisi menyita 615 ton pupuk palsu dari sindikat yang di­duga sudah beroperasi selama 10 tahun itu.

“Pabrik dan gudang ditemukan di beberapa daerah di Jawa Barat, yaitu Sukabumi, Padalarang, Bandung Barat, dan Cianjur. Ke­mudian saksi sudah diperiksa dan telah ditetapkan 10 tersangka,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Mabes Polri Brigadir Jenderal Agung Setya, kemarin.

Para tersangka itu, kata Agung, terdiri atas pemilik pabrik, orang yang memproduksi dan mendistribusi pupuk palsu tersebut. Pi­haknya saat ini tengah mene­lusuri distribusi pupuk palsu di wilayah lain.

Ia menduga pupuk palsu tersebut juga beredar di wilayah Su­matra dan Kalimantan. “Ini kan sudah lama beroperasi. Jadi, kami saat ini telusuri penyebar­annya,” ucap Agung

Para tersangka dijerat dengan Pasal 60 ayat 1 jo Pasal 37 ayat 1 UU No 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budi Daya Tanaman dan atau Pasal 113 jo Pasal 57 ayat 2 UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan atau Pasal 62 ayat 1 jo Pasal 8 ayat 1 (e) UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Direktur Pupuk dan Pestisida Kementan Muhrizal Sarwani me­ngatakan, dari 615 ton pupuk palsu yang disita, sebagian besar ialah pupuk NPK yang di­gunakan untuk tanaman sawit.

“Semua bisa dipastikan palsu karena terbuat dari bahan baku yang sama sekali tidak memiliki kandungan sebagaimana pupuk NPK semestinya. Pupuk palsu itu hanya terbuat dari kapur dan dolomit serta pewarna pakaian. Kandungan NPK-nya hampir tidak ada alias nol,” tuturnya ketika dihubungi, tadi malam.
Dia mengatakan sindikat pupuk palsu tersebut sangat merugikan petani.

“Kalau seharusnya mereka bisa memproduksi 7 ton per hektare, karena menggunakan pupuk palsu, produkti­vitasnya pasti turun hingga lebih dari 50%,” terangnya. (Mal/Pra/Jes/X-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Oka Saputra
Berita Lainnya