Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM segmen dua Debat FInal Pilkada DKI 2017 yang berlangsung di Hotel Bidakara malam ini, para pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur sama-sama kompak untuk menindak tegas para pengedar dan bandar narkoba.
Paslon nomor 2 Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok justru memperberat sanksi yakni dengan menerbitkan perda yang menetapkan penutupan usaha hiburan bagi tempat hiburan yang menjadi lokasi transaksi narkoba atau pemakaian narkoba lebih dari tiga kali. Pelarangan pembukaan usaha sejenis pun dilakukan.
"Kami sangat jelas yakni menutup usaha hiburan yang jadi lokasi transaksi narkoba atau pemakai narkoba sampai tiga kali. Buka usaha sejenis pun dilarang," kata Ahok, Jumat (10/2).
Dalam debat final ini, Ahok juga mengatakan untuk membangun komunitas melalui Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) untuk mencegah peredaran narkoba serta kekerasan terhadap anak baik kekerasan fisik maupun penyalahgunaan anak menjadi korban pornografi.
"Kita sudah bangun 188 RPTRA untuk bangun komunitas. Komunitas masyarakat harus difaislitasi dan dibangun. Karena itu saya terima kasih pada Bu Vero karena menjadi ketua Tim Penggerak PKK selama ini sangat memperatikan RPTRA," kata Ahok.
Tidak hanya itu, Ahok pun akan membangun RS narkoba untuk bisa merehabilitasi korban narkoba.
Sementara pasangan Agus-Sylvi menegaskan tidak ada ampun bagi pengedar dan bandar narkoba. Ia menilai harus ada penegakkan hukum yang keras.
"Background saya militer, saya pastikan penegakkan hukum bagi pengedar dan bandar narkoba," kata Agus.
Selain penegakan hukum, Anies menekankan fungsi peraturan daerah untuk mencegah narkoba yakni dengan sanksi pelarangan dan penutupan bagi tempat yang terlibat narkoba.
Anies juga ingin agar korban penyalahgunaan narkoba untuk dirangkul dan diberdayakan karena korban cenderung jarang disoroti oleh program. Selain pada korban, apresiasi juga harus diberikan pada semua petugas yang berkecimpung di bidang rehabilitasi dan pemberdayaan korban narkoba.
"Kita rangkul korban narkoba yang kurang ditarget. Mari kita berdayakan mereka agar kita bisa bangun suasana positif dan apresiasi baginysng bekerja di sana," paparnya. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved