Prajurit Pengamanan Pilkada Telah Bersiap

Golda Eksa
07/2/2017 10:05
Prajurit Pengamanan Pilkada Telah Bersiap
(Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo -- MI/Atet Dwi Pramadia)

TENTARA Nasional Indonesia (TNI) menyatakan kesiapannya untuk ikut mengamankan pelaksanaan Pilkada Serentak 2017 dan telah menyiagakan prajuritnya di seluruh wilayah yang melangsungkan pilkada. Seluruh pasukan tersebut bakal diterjunkan sesuai kebutuhan yang diminta oleh kepolisian.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, menjelaskan pihaknya berupaya menjaga kelancaran pilkada agar dapat berjalan aman, tertib, dan sukses, seperti yang diharapkan pemerintah.

"Kami akan selalu siap membantu dan memenuhi apa yang diminta oleh pihak Polri, dan saya tidak bisa menyebutkan jumlah prajurit TNI yang akan dilibatkan untuk melaksanakan pengamanan Pilkada Serentak Tahun 2017 di wilayah Indonesia," ujar Gatot melalui keterangan tertulis yang diterima Media Indonesia dari Pusat Penerangan TNI, Selasa (7/2).

Selain persoalan petugas pengamanan, lanjut dia, Polri juga sudah memetakan beberapa daerah rawan, seperti Jakarta dan Aceh. Sedangkan untuk daerah lain masih dalam pengamatan.

"Saya belum bisa mengatakan kalau daerah itu rawan atau tidak, karena pemilihan kepala daerah adalah pesta demokrasi, makanya semua orang berpesta," pungkas dia.

Secara terpisah, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan pemerintah meminta seluruh pihak dapat menjaga situasi kondusif selama pekan masa tenang Pilkada Serentak 2017. "Pemerintah meminta seluruh elemen masyarakat menjaga suasana yang kondusif pada masa minggu tenang," kata Tjahjo kepada wartawan di Jakarta, Selasa (7/2).

Pemerintah, ujar Mendagri, meminta seluruh elemen masyarakat menyukseskan pilkada serentak agar berjalan secara demokratis. Dia menjelaskan sesuaiperaturan KPU pada saat pekan masa tenang Pilkada, tidak diperkenankan ada kegiatan yang sifatnya pengerahan massa oleh siapapun khususnya pendukung pasangan calon atau kegiatan-kegiatan di jalan-jalan protokol. "Apalagi kegiatan yang menjurus pada kampanye," ujar Tjahjo.

Masa tenang Pilkada Serentak 2017 diberlakukan pada 12-14 Februari 2017. Menkopolhukam Wiranto sebelumnya juga meminta agar tidak ada pihak yang membuat pekan masa tenang Pilkada serentak 2017 menjadi tidak tenang.(OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya