Waspadai Informasi Hoax Hanya Tingkatkan Emosi dan Bukan Pilihan

Golda Eksa
02/2/2017 14:10
Waspadai Informasi Hoax Hanya Tingkatkan Emosi dan Bukan Pilihan
(Ist)

MASIFNYA informasi bohong (hoax) di momentum pilkada dapat dianggap sebagai alat kampanye terselubung yang tidak ada manfaatnya. Pemberitaan palsu itu juga tidak memengaruhi pilihan seseorang, namun justru meningkatkan sentimen masyarakat pemilih.

Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Masykurudin Hafidz mengakui saat ini ruang publik dipenuhi oleh informasi hoax yang menyebar cepat. Biasanya informasi yang disebar di grup pesan digital dan media sosial itu menyertakan materi kalah menang untuk masing-masing kandidat yang diunggulkan dan direndahkan.

"Pemberitaan bohong tidak secara langsung dapat memengaruhi pilihan. Alasannya, memilih dalam pilkada didasarkan pada informasi yang jelas, verifikatif, dan subtansial," ujar Masykurudin, Kamis (2/2).

Yang terjadi dengan adanya hoax tersebut, sambung dia, kondisi yang terjadi dengan pemberitaan bohong itu justru meningkatkan sentimen masyarakat. Informasi hoax hanya menghasilkan emosi penerima dan pengirim pesan. Bahkan, tidak ada pengaruh yang berarti terhadap peningkatan elektabilitas dari praktik tersebut.

Dengan demikian, lanjut dia, sebaiknya semua pihak bisa mengalihkan perbincangan dari materi negatif yang penuh kebohongan dan kebencian ke arah yang lebih positif serta mendidik masyarakat pemilih.

"Masih banyak pemilih yang belum yakin benar untuk hadir ke TPS dan menentukan pilihan. Kelompok ini yang perlu diberikan informasi secara benar dan subtansial, bukan dengan berita bohong tanpa sumber," tandasnya.(OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya