Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DITANGKAPNYA salah seorang pejabat Mahkamah Konstitusi (MK) berinisial PA merupakan aib besar bagi lembaga penegak hukum di Tanah Air. Apalagi, kejadian serupa sebelumnya sudah pernah dialami MK dengan dihukumnya mantan Ketua MK Akil Mochtar dalam kasus suap pilkada.
Kejadian ini juga menjadi keprihatinan mendalam di kalangan DPR. Politisi Partai Keadilan Sejahtera, Nasir Djamil mengaku prihatin setelah mendengar kabar ada salah satu hakim MK yang dicokok dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Rabu (25/1) siang.
Ia pun menyebut skandal ini bisa mempermalukan Indonesia di mata negara-negara dunia. "Ini kedua kali. Saya kira negara-negara lain akan menilai ini sebagai aib bangsa.. ya karena MK merupakan lembaga yang seharusnya diisi oleh negarawan yang memiliki integritas," tutur anggota DPR Komisi III bidang hukum ini.
"Saya ucapkan innalillahi wa inna ilaihi roji'un atas kejadian ini," kata Nasir ditemui di gedung DPR, Kamis (26/1).
Dalam perkembangan kasus ini, KPK menyebut PA diduga menerima suap terkait penanganan judicial riview di MK. Bersama penegak hukum tersebut, KPK turut mengamankan 10 orang lain yang diduga terlibat.
"Rombongan tim satgas KPK telah tiba di Gedung baru KPK sekitar 17:30 WIB, kemarin. Bersama mereka terlihat 11 orang yang diamankan termasuk itu (Hakim MK berinisial PA)," terang sumber Media Indonesia, 26/1.
Menurutnya, tim langsung melakukan pemeriksaan kepada seluruh pihak yang telah diamankan dari hasil OTT perdana di 2017 ini atau kali ke 18 sejak KPK dipimpin Agus Rahardjo. Namun setelah beberapa saat satu orang dari yang telah diamankan itu.
Berdasarkan informasi dari sumber lain, suap yang diduga diterima PA terkait uji materi UU nomor 41 tahun 2014 tentang peternakan dan kesehatan hewan. Kemudian satu orang yang diamankan diduga merupakan pengusaha daging.
Ketua KPK, Agus Rahardjo membenarkan anak buahnya telah melakukan serangkaian OTT sejak kemarin, 25/1. Operasi yang dilakukan di tengah siang bolong di salah satu lapangan golf itu terjadi di daerah Jakarta.
"Ada sejumlah pihak yg diamankan saat ini, terkait dengan lembaga penegak hukum. Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan pada hari ini," tutupnya.(OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved