1152 ABK Asing Korban Perdagangan Manusia Dipulangkan

Gabriela Jessica Restiana Sihite
24/1/2017 14:15
1152 ABK Asing Korban Perdagangan Manusia Dipulangkan
(ANTARA/Jessica Helena Wuysang)

MENTERI Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan sebanyak 1.152 anak buah kapal (ABK) asing yang merupakan korban perdagangan manusia dan dipekerjakan di industri perikanan di Indonesia, sudah dipulangkan ke negeranya masing-masing.

"Sudah 1.152 orang kalau tidak salah. Mereka sudah dipulangkan dari Benjina dan Ambon ke negeri masing-masing," ucap Susi di kantornya, Jakarta, Selasa (24/1).

Adapun Benjina dan Ambon, Maluku merupakan titik kedatangan utama para ABK asing ke Indonesia. Mayoritas dari mereka atau 89,2% dari ABK yang masuk ke Indonesia menggunakan kapal nelayan. Sisanya menggunakan kapal kargo atau ekspor, dan kapal penjemput.

Susi menjelaskan kedatangan ABK asing itu merupakan kasus perdagangan manusia. Pasalnya, kebanyakan dari mereka ilegal tanpa dokumen dan dipekerjakan oleh pemilik kapal seperti budak.

"Mereka tidak pernah keluar dari kapal. Bayangkan berbulan-bulan, bertahun-tahun hanya di kapal, padahal fasilitas di sana pasti tidak memadai. Air minum dan mandi saja dijatah. Itu sama kasusnya dengan ABK kita yang ada di luar negeri juga. Pak Wapres pernah ke Hawai dan bertemu dengan ABK Indonesia di kapal sana," papar Susi.

Data dari International Organitation for Migration (IOM), sebanyak 1.328 orang dari Myanmar yang menjadi korban perdagangan manusia di Indonesia dalam kurun 2011-2015. Selain itu, sebanyak 299 warga negara Kamboja, 78 warga negara Thailand, dan 13 warga negara Laos yang ikut menjadi korban perdagangan manusia.

Karena bersifat lintas negara, Susi menilai perlu kerja sama dengan berbagai negara untuk memerangi kasus tersebut. Dia mengatakan pihaknya bakal mengawasi terus kapal-kapal yang mengambil ikan di perairan Indonesia.(OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya