Pembubaran FPI Bisa Pengaruhi Kelompok Lain

Desi Angriani
23/1/2017 15:13
Pembubaran FPI Bisa Pengaruhi Kelompok Lain
(MI/Ramdani)

WACANA pembubaran Front Pembela Islam (FPI) dinilai tidak tepat karena merupakan sikap otoriter dan akan memengaruhi kelompok lain. Pendapat tersebut dikemukakan Guru Besar Universitas Melbourne, Australia, Vedi R. Hadiz di acara diskusi bertema Islam Populis di Gedung Tempo, Jakarta, Senin (23/1).

"Nah saya diberi tahu bahwa ada wacana untuk membubarkan, saya engga setuju dibubarkan FPI. Mereka enggak boleh dibubarin itu otoriter," ucapnya. Pemerintah, lanjut Vedi, hendaknya mengadili FPI melalui jalur hukum ketimbang membubarkan.

Vedi menambahkan ada pihak-pihak tertentu yang sengaja mengakomodasi FPI untuk kepentingan politik tertentu. "Kalau mereka melanggar tindakan hukum ya diadili dan masuk penjara. Itu (pembubaran) tidak sejalan karena negara tidak monolitis karena dia (FPI) diakomodasi secara politik oleh negara sendiri," tuturnya.

Hal serupa disampaikan Sosiolog Universitas Negeri Jakarta Robertus Robert. Dia memandang pembubaran FPI akan menyeret respons kelompok politik lain yang semula tidak bersimpati kemudian memberikan dukungan.

"Itu efek enggak cuma Jakarta tapi juga menyeret respons kelompok politik lain yang semula tidak mendukung FPI menjadi bersimpati terhadap FPI. Itu kenapa saya bilang tidak usah dibubarkan," tutur Robert.

Keputusan terbaik menurutnya dengan mengadili secara hukum serta mencegah menjamurnya kelompok intoleran. Pencegahan tersebut dapat dilakukan dengan komitmen dalam penegakan HAM dan pembenahan politik kebudayaan.

"Ini memberi efek luas kepada society dan memperkuat politik kewarganegaraan. Jadi intoleran jadi sulit, tersaring sendiri. Kita kan tidak bisa gunakan tangan negara untuk mukulin kelompok," pungkasnya.(OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya