Suap Rp 26 Miliar Dilakukan di Singapura

Cahya Mulyana
19/1/2017 14:31
Suap Rp 26 Miliar Dilakukan di Singapura
(ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

MANTAN Dirut PT Garuda Indonesia diduga menerima suap sebesar Rp 26 miliar dari pabrikan mesin pesawat terbang Rolls Royce. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menelisik modus suap ini yang diduga melibatkan konspirasi pejabat di beberapa negara dilakukan di Singapura.

"Perkara suap yang baru ini seperti sempat diungkap petinggi KPK yaitu adanya petinggi BUMN yang menerima suap di Singapura," kata seorang sumber di KPK, Kamis (19/1). Menurut dia, pejabat BUMN itu mantan Dirut PT Garuda Indonesia yang sempat melakukan pengadaan pesawat Garuda bermesin Trent 700. Suap sekitar Rp26 miliar rupiah. Nama Emirsyah Satar disebut-sebut dalam laporan itu.

"Dia yang menerima uang suap itu padahal sudah mengubah wajah BUMN-nya menjadi lebih kompetitif dan bagus. Semoga perkara ini tidak akan menggangu pertumbuhan perusahaan milik negara itu," tutupnya.

Pada kesempatan terpisah Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menjelaskan perkara yang dibangun lewat proses pengumpulan bukti dan keterangan itu telah masuk tahap penyidikan. Untuk proses pendalaman penyidikan KPK telah melakukan sejumlah penggeledahan di empat tempat di Jakarta. "Kemarin kita geledah empat lokasi di sekitar Jakarta Selatan," kata Febri.

KPK menduga perkara korupsi kali ini melibatkan banyak pihak lintas negara. Pasalnya kerugian negara dari perkara ini sangat signifikan. "Tim masih bergerak. Nilai signifikan jutaan dolar AS," ujarnya.

Perkara korupsi di BUMN tersebut diduga tekait dugaan korupsi perusahaan mesin jet Rolls Royce yang didenda sebesar £671 juta atau sekitar Rp11 triliun. Korupsi terungkap oleh lembaga antikorupsi Inggris, Serious Fraud Office karena adanya dugaan konspirasi untuk tindak korupsi dan suap oleh Rolls Royce di Indonesia, Thailand, China, India, dan negara lain.

Pada perkara tersebut terungkap staf senior Rolls Royce sepakat untuk memberikan US$2,2 juta atau sekitar Rp26 miliar dan sebuah mobil Rolls Royce kepada pejabat di Indonesia sehubungan kontrak untuk mesin Trent 700 yang digunakan dalam pesawat terbang.

Pada April 2012, PT Garuda Indonesia telah memesan 11 unit pesawat berbadan lebar jenis Airbus A330-300. Semua pesawat pesanan Garuda ini akan ditenagai oleh mesin Rolls-Royce Trent 700.

"A330 telah terbukti menjadi elemen utama dalam kesuksesan program revitalisasi Garuda Indonesia," ujar Emirsyah Satar, waktu masih Dirut Garuda Indonesia.(OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya