Basuki, Anies Adu Ide Industri Kreatif

16/1/2017 08:40
Basuki, Anies Adu Ide Industri Kreatif
(MI/ROMMY PUJIANTO)

CALON gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan 2 Basuki Tjahaja Purnama dan cagub nomor pemilihan 3 Anies Baswedan melontarkan gagasan masing-masing untuk mengembangkan sektor industri kreatif di Ibu Kota.

Basuki berniat menjadikan Waduk Melati, di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, sebagai pusat fesyen Jakarta.

Adapun Anies menginginkan sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dan MH Thamrin menjadi selasar untuk para seniman jalanan yang tersertifikasi.

Kedua ide tersebut disampaikan di sela acara bertajuk Kumpul Masyarakat Kreatif, Digital, dan Perfilman, di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Sabtu (14/1).

Basuki menjelaskan letak Waduk Melati yang berada di tengah-tengah Thamrin City dan Tanah Abang cukup strategis untuk menjadi pusat fesyen di Jakarta.

Namun, saat ini masih belum dapat ditempati, lantaran kondisinya masih semrawut.

Petahana Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, nantinya, begitu lahan parkir untuk 2.500 motor rampung, semua motor dan pedagang kaki lima (PKL) akan didorong ke kawasan tersebut.

Masyarakat bakal lebih mengetahui pusat fesyen di Jakarta itu berada di Waduk Melati.

"Sehingga bus tingkat bisa lewat dan orang-orang tahu ini pusatnya," tutur Basuki, seperti dikutip Metrotvnews.com.

Selain itu, kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) bakal dirombak menjadi co-working space, lengkap dengan berbagai sarana perkantoran. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga terus mempercantik air mancur dan memproses pembelian gedung bekas Kedutaan Besar Inggris.

Sementara itu, Anies berharap seluruh ruang di Jakarta bisa menjadi ruang ekspresi seni dan budaya.

Terutama, sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dan MH Thamrin yang dapat ditempati para seniman jalanan yang mendapatkan izin sesuai hasil sertifikasi.

Eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu, dalam kesempatan yang sama, mengaku heran masih sedikit pekan budaya yang terselenggara di Jakarta.

Padahal, dengan ragam budaya di Indonesia dan Jakarta, pekan-pekan budaya sebetulnya bisa saja dilakukan.

"Saya percaya, kalau kota hidup karena kebudayaan, adab pasti meningkat. We'll do it and we make it easier," tegas Anies. (Jay/Kim/P-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya