Rapim Kemenhan Bahas Kewaspadaan Terhadap IS

Putri Anisa Yuliani
12/1/2017 15:08
Rapim Kemenhan Bahas Kewaspadaan Terhadap IS
(Ryamizard Ryacudu (kiri) -- MI/Susanto)

PEMERINTAH Indonesia akan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman terorisme, termasuk yang dikendalikan oleh Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) atau Islamic State (IS).

Menurut Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, hal tersebut disebabkan IS yang mulai terdesak di Suriah mulai menyebarkan sumber dayanya ke Eropa dan Asia Tenggara.

"Karena mereka sudah terporak-porandakan di Suriah sehingga mereka menyebar. Di Eropa sudah terbukti mereka berbuat keonaran. Sehingga di Asia Tenggara, kita patut waspada," kata Ryamizard dalam rapat pimpinan Kementerian Pertahanan di Jakarta, Kamis (12/1).

Ancaman teroris di Indonesia pun bisa rawan terjadi terlebih beberapa jaringan IS, ungkap Menhan, sudah diketahui berlatih militer di hutan-hutan pedalaman di Tanah Air. IS kini diyakini kian gencar menyerang negara lain lewat teroris-teroris yang mereka kirim atau lewat simpatisan yang ada di dalam negeri.

Dalam rapim tersebut, Ryamizard juga menyinggung rencana pengajuan pembelian alutista kepada pemerintah. Menurutnya, sudah saatnya alutista TNI ditambah. "Industri pertahanan dan alutsista. Kita harus membeli. Indonesia juga jangan pelit kalau mampu. Kalaupun menerima hibah, kita ada syaratnya dan itu harus semakin ditekankan," tukasnya.(OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya