LAPORAN perampokan dana kampanye di Majene, Sulawesi Barat, sebesar Rp130 juta ternyata palsu.
Imran, 26, staf Wakil Bupati Majene yang kembali mencalonkan diri sebagai bupati, Fahmi Massiara, ternyata menghabiskannya di judi online. Hal itu diketahui polisi setelah mengobservasi kejiwaan Imran.
"Kasus di Polres Majene adalah laporan palsu karena uang tersebut bukan dirampok saat korban, Imran, mengaku menjadi korban penculikan. Uang itu habis digunakan buat bermain judi olehnya," kata Kepala Bidang Humas Polda Sulselbar Kombes Frans Barung Mangera, kemarin.
"Meski melapor sendiri, Imran sejak awal sudah dicurigai jika kasus yang dilaporkannya ke Polres Majene hanya modus penggelapan. Dia merekayasa kejadian seakan-akan menjadi korban perampokan," jelas Frans.