Golkar Mulai Mantap Hadapi Pilkada Bali

OL/Ant/P-5
25/10/2015 00:00
Golkar Mulai Mantap Hadapi Pilkada Bali
(ANTARA/FIKRI YUSUF)
PARTAI Golkar di Bali mulai mantap menghadapi pilkada serentak 2015 setelah Mahkamah Agung memenangkan gugatan kubu Munas Bali yang dimotori Aburizal Bakrie.

Dengan putusan tersebut, Golkar tidak lagi terpecah-pecah.

"Perlu saya tegaskan bahwa hanya ada satu Partai Golkar di Bali. Tidak ada Partai Golkar yang lain. Kita harus tunduk kepada aturan yang ada," ujar Ketua DPD Partai Golkar Bali I Ketut Sudikerta di Denpasar, kemarin.

Ia pun meminta mesin partai terus dipersiapkan secara matang.

Menurutnya, bila seluruh elemen Golkar di Bali tetap Solid, partai berlambang pohon beringin hijau tersebut bisa mendulang kemenangan di pilkada.

"Momentum pilkada serentak di Bali harus dimaknai secara kritis. Kita harus berjuang bersama-sama mendukung dan menempatkan kader-kader terbaik kita. Oleh karena itu, kita harus berjuang all out untuk kemenangan Partai Golkar," tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham.

Menurut Idrus, putusan Mahkamah Agung yang memenangkan gugatan kubu Munas Bali menjadi momentum kebangkitan untuk menjadikan Golkar sebagai partai terbesar di Indonesia.

"Selain momentum kebangkitan, putusan MA juga menjadi momentum filterisasi mana kader-kader yang militan dan mana kader yang hanya sekadar penikmat untuk memenuhi syahwat kekuasaan," katanya di Semarang, kemarin.

Hal tersebut disampaikan Idrus di sela kegiatan konsolidasi DPP Partai Golkar dengan pengurus DPD Golkar Tingkat I dan II.

Ia mengaku sudah menginstruksikan seluruh ketua DPD agar menegakkan disiplin organisasi dengan berdasarkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai.

"Pada dasarnya, kita ini keluarga besar Golkar. Namun, partai ini besar karena sistem, bagian dari sistem itu ada AD-ART, peraturan organisasi, dan petunjuk pelaksanaan. Kita berpartai bukan mencari tiket untuk menjadi gubernur, bupati, atau anggota dewan," tegasnya.

Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Tengah Wisnu Suhardono meminta DPP konsisten memberikan reward and punishment kepada kader-kader sebagai upaya penegakan disiplin organisasi.

"Kalau tidak ditegakkan, kader-kader akan loyal pada dirinya sendiri. Golkar akibatnya tidak akan besar," ujarnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya