Menghadapi MEA,Daerah Dituntut Mandiri dan Bersaing

(RO/P-1)
22/10/2015 00:00
Menghadapi MEA,Daerah Dituntut Mandiri dan Bersaing
(Dok DPD)
DALAM menghadapi persaingan masyarakat ekonomi ASEAN (MEA), daerah harus mampu tidak hanya bergantung pada anggaran negara, tapi juga harus mampu meningkatkan daya saing. Persaingan saat memasuki MEA awal tahun depan, persaingan tidak hanya terjadi pada antarnegara, tetapi juga pada setiap daerah di Indonesia, terutama dalam menarik investasi.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman dalam sambutannya di Rapat Kerja Nasional BUMD di Jakarta, Selasa (20/10). Irman juga mengatakan, untuk dapat mewujudkan pembangunan di daerah, dibutuhkan sebuah investasi. "Investasi itu baru dapat muncul jika daerah tersebut mampu memiliki daya tarik tersendiri bagi investor," tegasnya.

Karena itu, ia berharap agar setiap pemerintah daerah dan dengan berbagai unit usahanya seperti BUMD, harus selalu berinovasi dalam memanfaatkan peluang investasi. "Untuk menghadapi MEA, setiap daerah harus melakukan analisis kekuatan dan kelemahan untuk meningkatkan daya saing. Daya saing harus ditingkatkan untuk dapat menarik investasi. Tantangan kita ialah untuk selalu meningkatkan daya saing dan manajemen daerah untuk dapat meningkatkan persaingan," ujarnya.

Ditambahkan Irman, target pemerintah saat ini ialah daerah yang mandiri dan tidak tergantung pada sumber APBD dari pusat. Target pemerintah pada 2050 Indonesia akan menjadi negara ekonomi terbesar keempat di dunia setelah Tiongkok, Amerika, dan India. Salah satu indikator sebuah daerah bisa didefinisikan mandiri ialah tidak adanya kebergantungan daerah terhadap anggaran dari negara.

Pemasukan, sambungnya, tidak hanya diperoleh dari negara, tetapi juga melalui pendapatan daerah, mulai dari pengelolaan sektor pariwisata, sektor transportasi, ataupun sektor perdagangan. Karena itu, peranan kepala daerah juga memegang faktor penting dalam menarik investor ke suatu daerah.

"Setiap kepala daerah harus bertindak proaktif dan menjemput bola sendiri agar tercipta daerah yang mandiri. Apabila suatu daerah telah mandiri, daerah itu akan menciptakan banyak peluang kerja sehingga percepatan ekonomi akan meningkat," ujar anggota DPD dari Sumatra Barat itu.

Menutup sambutannya, Irman berpesan bahwa hal utama yang dilihat oleh para investor ialah kemudahan dalam hal pemberian izin. "Salah satu hal yang dilihat oleh investor ialah bagaimana kemudahan dalam pemberian izin. Efisiensi, akuntabilitas, dan transparansi merupakan hal yang penting. Selain itu, kondisi stabilitas politik di daerah juga dapat memengaruhi ketertarikan investor. Oleh karena itu, ciptakan stabilitas politik yang aman di daerah," tutup Irman.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya