Formappi Apresiasi Langkah Partai NasDem

Nur/X-9
21/10/2015 00:00
Formappi Apresiasi Langkah Partai NasDem
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh disaksikan pendiri Formappi Tommy Legowo (tengah) dan Koordinator Formappi Sebastian Salang (kiri) bertukar pikiran untuk membangun sistem demokrasi yang bermanfaat, di Kantor Formappi, Jakarta, kemarin.(MI/M IRFAN)

KETUA Umum Partai NasDem Surya Paloh menegaskan pihaknya terus berusaha membangun budaya malu dalam berpolitik dengan bersikap tegas ketika kadernya tersandung masalah hukum. Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) pun mengapresiasi.

Saat mengunjungi Kantor Formappi di Jakarta, kemarin, Surya Paloh mengatakan sikap tegas Partai NasDem terkait dengan kasus yang membelit mantan sekjen, Patrice Rio Capella, merupakan realisasi dari budaya malu tersebut. Dalam kunjungan untuk bertukar pikiran dengan para aktivis guna membangun sistem demokrasi di Indonesia yang bermanfaat itu, Surya didampingi Ketua Fraksi Partai NasDem di DPR Victor Laiskodat dan Wasekjen Willy Aditya.

Surya menyatakan bahwa kader Partai NasDem yang tersandung kasus hukum harus mengundurkan diri atau diberhentikan. Dalam kasus Rio, yang bersangkutan memilih mundur setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Sebelumnya, OC Kaligis juga mundur dari posisi Ketua Mahkamah Partai NasDem setelah jadi tersangka.

Menurut Surya Paloh, peran partai politik sangat dibutuhkan untuk membangun kembali budaya malu di Tanah Air. "Ketika positioning parpol masih lemah dalam pandangan publik, ini harus jadi alarm bagi parpol itu sendiri. Kasus (Rio Capella) ini tidak hanya warning bagi NasDem, politisi, tapi bagi semuanya," ujarnya.

Partai NasDem ingin penegakan hukum dalam kasus Rio Capella mengedepankan transparansi. "Kami berkeinginan agar upaya penegakan hukum bisa berjalan lebih kukuh dan transparan. Hukum kita ikuti.

"Peneliti senior Formappi Tommy Legowo menilai langkah Partai NasDem dalam menyikapi masalah yang mendera merupakan contoh baik. Ia mengapresiasi NasDem tidak menutupi persoalan, tetapi justru sebaliknya menjelaskan secara gamblang kepada publik. Begitu pula sikap tegas partai terhadap kadernya yang terjerat hukum.

"Apa yang dilakukan NasDem merupakan barang yang masih langka di Indonesia. Ini akan jadi contoh bahwa parpol seharusnya transparan, patuh pada aturan yang dibuat sendiri oleh partai," tutur Tommy.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya