Surya Temui Aktivis Antikorupsi

Astri Novaria
19/10/2015 00:00
Surya Temui Aktivis Antikorupsi
(ANTARA/AKBAR NUGROHO GUMAY)
KETUA Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh ingin berkunjung dan berdialog langsung dengan seluruh jaringan aktivis antikorupsi, termasuk Indonesia Corruption Watch (ICW).

"Saya harus bilang sama Charles (Ketua Media Centre NasDem), ingin besok Senin (hari ini) satu-satu jaringan aktivis saya mau pergi, pertama-tama ke ICW. Saya mau dialog. Daripada saling berpikir dengan negatif imajinasi dan perspektif negatif. Ini ketua umum partai datang, silahkan lihat, kulitin dan bersihkan, serta saling dukung bagaimana agar pemberantasan korupsi makin kuat," kata Surya di Jakarta, kemarin.

Sebagai partai baru, Surya berharap ada masukan dari para aktivis, jangan ada dengki, prasangka, dan biarlah ada dialog.

Objektivitas dan kebenaran hendaknya diperjuangkan bersama dan tidak ada yang perlu ditutupi.

Menurutnya, para pegiat antikorupsi merupakan bagian penting dari dialog dan upaya melawan korupsi.

Terhadap kasus yang menimpa mantan Sekjen Partai NasDem Patrice Rio Capella, ia memohon maaf.

Dalam menghadapi masalah itu, pihaknya konsekuen menjaga kesepakatan bahwa siapa pun yang menjadi tersangka dalam kasus korupsi harus diberhentikan atau mundur.

Ia menilai aksus tersebut sebagai bagian dari pendidikan politik yang sangat berharga.

Langkah positif
Pakar hukum tata negara Margarito Kamis menilai positif apabila politikus serta elite parpol bersedia untuk bertemu dan berdialog dengan elemen masyarakat serta aktivis.

Sikap Surya yang terbuka serta tidak mengisolasi diri dianggap sebagai hal baik di tengah kasus yang tengah mendera politikus NasDem.

"Seorang politikus memang perlu melakukan komunikasi dengan berbagai elemen nonpolitik. Pak Surya sebagai fungsionaris partai bertukar pikiran dan dialog dengan LSM itu hal yang bagus sekali," kata dia.

Hanya saja, menurut Margarito, isu yang dibawa dalam pertemuan itu bukan hanya persoalan yang terjadi di NasDem melainkan tentang kentingan bangsa ke depan dalam hal pemberantasan korupsi.

"Jangan menjadikan kasus di NasDem itu isu utama, tapi komunikasi antara fungsionaris partai dengan aktivis antikorupsi itu membicarakan tentang pemberantasan korupsi ke depan."

Sementara itu, Ketua DPP Partai NasDem, Irma Suryani Chaniago, mengakui penetapan Rio sebagai tersangka merupakan pukulan telak bagi NasDem.

Meski demikian, NasDem tetap kokoh pada semangat restorasi yang menjadi identitas partai sejak awal.

"Yang dilakukan partai adalah tetap pada jiwa restorasi. Tugas kita bekerja untuk rakyat dengan penuh akuntabilitas. Kejadian yang menimpa sekjen itu tak membuat kami berhenti bekerja untuk rakyat," tegasnya.

Lebih lanjut, Irma mengatakan dari aksus itu, publik dapat melihat konsistensi Partai NasDem.

Pasalnya, Ria langsung mengundurkan diri dari jabatan sekjen, anggota DPR, dan juga sebagai kader partai.

"Kita punya regulasi yang jelas. Kalau tidak mau mengundurkan diri, ya partai yang akan melakukannya. Yang penting, kita tidak boleh melihat ke belakang dalam memerangi korupsi," paparnya. (Ind/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya