Prabowo: Polri Mesti Buktikan Rencana Aksi Makar

Golda Eksa
02/12/2016 19:53
Prabowo: Polri Mesti Buktikan Rencana Aksi Makar
(ANTARA)

KORPS Bhayangkara diharapkan bisa membuktikan alasan penangkapan terhadap 10 orang yang diduga merencanakan aksi makar. Apabila dalam prosesnya ternyata tidak ditemukan dasar hukum yang kuat, kepolisian harus melepaskan seluruh pihak tersebut.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto kepada wartawan di Kantor DPP Partai Gerindra, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (2/12).

"Kalau pendapat pribadi saya, kebetulan saya kenal dengan sebagian dari mereka itu adalah orang-orang idealis dan patriotik. Kalau mereka mau menimbulkan makar, saya tidak yakin," ujarnya.

Prabowo mengaku berulang kali telah menganjurkan kepada semua pihak, termasuk pemerintah dan penegak hukum untuk tetap mengedepankan prinsip keadilan serta hati-hati ketika mengambil sebuah keputusan. Namun, pengalaman bangsa justru bertolak belakang. Banyak elite yang kerap tidak berempati terhadap masyarakat kelas bawah.

"Dengan tidak punya empati, kita juga punya sifat sering rekayasa, sering menipu, sering bohong. Jadi, kalau terjadi seperti itu akhirnya ada keadaan tidak percaya dari masyarakat. Kalau tidak percaya lagi kepada sistem, kepada lembaga pemerintahan, jadi repot. Kita tidak bisa bernegara, berbangsa dengan baik."

Untuk melaksanakan kehidupan bernegara, sambung dia, maka sangat dibutuhkan sebuah kepercayaan antara pemerintah dan rakyat. Pemerintah pun wajib menciptakan keadilan masyarakat yang dibangun atas dasar kebersihan dan kejujuran.

"Kalau sistem kita rusak, jangan salahkan rakyat tidak percaya lagi dengan sistem itu. Saya anjurkan bertindak adil, dan hukum harus adil. Jangan hanya orang-orang tertentu cepat disalahkan, tapi ada pihak yang mungkin uangnya banyak tidak diperlakukan sama," kata dia.

Lebih jauh, terang Prabowo, sejatinya masyarakat juga bisa memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk menjalankan proses hukum terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan tersangka petahana calon Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama.

"Saya kira inti masalah dari perasaan umat Islam di Indonesia sudah tersuarakan," terang dia.

Pada kesempatan itu Prabowo mengimbau kepada semua pihak untuk berkaca pada kekurangan masing-masing serta saling bahu membahu menjaga NKRI. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya