Ical Setuju, Akom Dijanjikan Posisi Strategis

Arif Hulwan
28/11/2016 20:32
Ical Setuju, Akom Dijanjikan Posisi Strategis
(ANTARA)

BERBEDA dengan pernyataannya pekan lalu, Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie alias Ical kini menyatakan sepakat dengan keputusan DPP Partai Golkar tentang pergeseran Ketua DPR dari Ade Komarudin ke Setya Novanto lagi.

Ia menyebut, pascapergantian, Akom, sapaan Ade Komarudin bakal ditempatkan di posisi baru yang terhormat. "Dewan Pembina dan DPP setuju soal penetapan pergantian Ade Komarudin dan Setya Novanto menjadi Ketua DPR," ujarnya, Senin (28/11)

Kesepakatan itu merupakan hasil rapat tertutup antara jajaran dewan pembina dan pengurus DPP di Menara Bakrie, Jakarta, selama dua jam.

Dari pihak Dewan Pembina Golkar, selain Ical, di antaranya hadir Fadel Muhammad dan Fahmi Idris. Dari pihak DPP, Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto ditemani Sekjen Idrus Marham, Bendahara Umum Robert Kardinal, Ketua Koordinator DPP bidang Polhukam Yorrys Raweyai.

Ical melanjutkan, persetujuan pergantian Ketua DPR itu diiringi dengan kesepakatan "Memberikan posisi penting kenegaraan untuk Ade Komarudin". Namun ia maupun Novanto tak merinci posisi itu.

Ia mengakui adanya perbedaan-perbedaan antara Wanbin dan DPP sebelumnya. Namun, kesepakatan akhirnya dapat tercapai dengan sejumlah pertimbangan penting.

"Saat pengambilan keputusan sumber pemikiran itu ada dua hal penting: pertama, apakah itu berguna bagi bangsa dan negara; kedua, apakah berguna bagi Golkar, untuk kemenangan Golkar pada Pilkada, Pileg, dan Pilpres," jelas Ical.

Sebelumnya, dia meminta Novanto mempertimbangkan soal fokus dalam pergantian Ketua DPR ini. Sebab, dua posisi itu sama-sama menuntut konsentrasi penuh dan berposisi penting. "Tapi itu dikembalikan ke Pak Nov, dan Pak Nov bilang beliau siap dan akan memberi waktu sepenuhnya dalam penyelesaian masalah di DPR dan Golkar," kilah Ical.

Di tempat yang sama, Novanto menghargai kesepahaman dari Wanbin Partai Golkar itu. Saran-saran Ical saat pertemuan itu akan jadi bahan pertimbangannya dalam memimpin DPR dan Beringin.

"Apa yang jadi kepercayaan Wanbin pada saya harus saya pertanggungjawabkan sebaik-baiknya untuk bisa bekerja sama dengan pemerintah," ucap dia.

Yorrys mengakui, posisi baru bagi Ade itu bisa berupa menteri, duta besar, pimpinan BPK atau OJK. Hal itu akan dikembalikan kepada Ade, apakah masih akan mengabdi di DPR atau menerima penempatan di lembaga berbeda.

"Pokoknya jabatan-jabatan kenegaraan yang sesuai dengan pengabdiannya. Internal sih udah clear. Tinggal eksternal," aku dia. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya