Ical dan Akbar Beri Sinyal tak Restui Rencana Novanto

Cahya Mulyana
25/11/2016 19:55
Ical dan Akbar Beri Sinyal tak Restui Rencana Novanto
(ANTARA/Yudhi Mahatma)

KETUA Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie mengingatkan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto agar tetap menjaga komitmen untuk memajukan partai dan membawanya kembali memuncaki elektabilitas nasional pada Pemilu 2019.

Karena itu ia meminta nakhoda partai berlogo pohon beringin itu untuk tidak rangkap jabatan. Apalagi, menurutnya, Golkar juga menargetkan bisa memenangkan semua tempat dalam pilkada serentak yang tidak lama lagi dihelat.

"Saya sampaikan institusi DPR sangat penting, begitu juga Ketua Umum Partai Golkar, itu membutuhkan satu waktu yang sangat penuh. Kalau yang satu didahulukan misalnya dahulukan DPR, maka Partai Golkar berpencar-pencar karena waktunya tidak cukup. Demikian pula sebaliknya," papar Ical saat menggelar jumpa pers di Bakrie Tower, Jakarta, Jumat (25/11).

Meski demikian, pihaknya belum bisa memberikan sikap yang baku terhadap keputusan kembalinya Novanto menjadi Ketua DPR. Pasalnya, mengenai masalah ini, perlu keputusan dewan pembina sebagaimana pasal 21 AD/ART Golkar, bahwa keputusan-keputusan strategis partai harus dibicarakan dewan pembina bersama DPP.

"Tentu saya katakan bahwa dewan pembina belum mengambil satu sikap (mengenai Setya Novanto)," kata dia.

Ia mengungkapkan belum diajak bicara soal putusan pergantian Ketua DPR. Kader Golkar sekaligus Ketua DPR Ade Komarudin (Akom) juga belum meminta petuah soal pergantian posisi tersebut.

Pada kesempatan sama, Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tandjung juga meminta Novanto selalu Ketum Golkar harus fokus dengan satu jabatan dan menghindari gangguan kerja dalam bentuk apa pun.

"Tadi dikatakan Pak Aburizal bahwa kami sepakat dalam mengemban tugas memang sebaiknya seseorang itu fokus karena kami ingin partai kita ke depan semakin baik," paparnya.

Mantan Ketua DPR itu setuju Novanto tidak merangkap jabatan untuk bisa fokus membangun Golkar. "Tinggal sekarang harus ada pilihan. Memang seorang pemimpin saat-saat tertentu sering dihadapkan pada pilihan, dan pilihan itu tentu ada parameternya, ada tolak ukurnya," tukasnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya