Pemerintah Lalai Pupuk Keberagaman

Erandhi Hutomo Saputra
18/11/2016 20:59
Pemerintah Lalai Pupuk Keberagaman
(ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

KIAN maraknya isu yang berkaitan dengan identitas sosial seperti SARA dinilai sebagai buah dari kelalaian pemerintah dalam memupuk keberagaman. Ditambah, media sosial yang tidak terkontrol membuat perilaku saling hujat dan caci maki terkait SARA kian mengeras di masyarakat.

Pengajar Pascasarjana Komunikasi UI Puspitasari mengatakan pemerintah seolah menganggap masalah identitas sudah selesai ketika sudah memasuki era reformasi. Pembiaran itulah yang membuat isu identitas di kalangan masyarakat justru semakin mengeras dan tak terbendung belakangan ini.

"Isu identitas diabaikan negara, dianggap masalahnya sudah selesai yang (justru) membuat masalah identitas kembali mengeras," ujar Puspitasari dalam diskusi dengan tema Media Sosial dan Kegaduhan Politik di Jakarta, Jumat (18/11).

Menurutnya, saat ini terjadi kerapuhan sosial kultural dalam masyarakat terkait kebinekaan serta kerapuhan moral dan etika dalam media sosial. Itu membuat rakyat mudah dipecah belah berdasarkan identitas oleh para elit-elit politik yang memanfaatkan situasi.

Ia berpendapat perlu adanya edukasi yang masif dan konsisten dari pemerintah terkait isu keberagaman. Di saat yang sama, masyarakat juga harus mendidik sesamanya untuk bijak dalam menggunakan medsos.

Bagaimanapun masyarakat memegang andil besar untuk memiliki kesadaran tentang peran dan tanggung jawab sosial ketika menggunakan medsos agar tidak digunakan sebagai ajang caci maki, hujat-menghujat, dan ujaran kebencian.

"Semua orang bebas berekspresi, tapi harus punya kesadaran tentang peran dan tanggung jawab sosial," tukasnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya