Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
AKB Raden Brotoseno, Kepala Unit di Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri, terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) Tim Saber Pungli Mabes Polri.
Tim yang dipimpin langsung Kadiv Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri Irjen Idham Aziz itu menangkap Brotoseno di sebuah tempat di Jakarta pada Selasa (15/11) dan menyita uang senilai Rp3 miliar sebagai barang bukti.
"Benar, ada OTT dari Satgas, sekarang diserahkan kepada Bareskrim. Ketua pelaksananya Kepala Divisi Propam," ujar Inspektur Pengawas Umum Komisaris Jenderal Dwi Priyatno saat dihubungi tadi malam.
Hal yang sama juga disampaikan Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar ketika dihubungi di tempat terpisah.
"Informasinya tangkap tangan di Jakarta," ujar Boy Rafli.
Kini Brotoseno yang namanya mencuat karena kedekatannya dengan mantan anggota DPR sekaligus Puteri Indonesia 2001, Angelina Sondakh, tengah menjalani pemeriksaan intensif di Bareskrim.
Barang bukti senilai Rp3 miliar juga telah diserahkan kepada penyidik.
Brotoseno yang juga mantan penyidik KPK itu diduga melakukan pemerasan berkaitan dengan kasus pengadaan proyek cetak sawah di Ketapang, Kalimantan Barat, pada 2012 hingga 2014.
Kasus ini tengah ditangani penyidik Bareskrim dan telah ditetapkan satu tersangka.
"Iya, kurang lebihnya begitu (ceritanya)," kata Dwi Priyatno.
Pada kasus korupsi cetak sawah tersebut, Bareskrim telah menetapkan Direktur Utama PT Sang Hyang Seri Upik Rosalina Wasrin sebagai tersangka.
Dalam proyek itu, Upik sebagai Ketua Tim Kerja Badan Usaha Milik Negara Peduli 2012.
Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan juga pernah diperiksa Bareskrim sebagai saksi terkait kasus tersebut.
Dahlan diperiksa karena saat menjadi Menteri BUMN disebut sebagai inisiator proyek pengadaan lahan sawah itu.
Kontrak cetak sawah itu diduga fiktif dan merugikan negara.
Ada 7 BUMN, yakni PT Perusahaan Gas Negara, PT Pertamina, Bank Nasional Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, PT Hutama Karya, PT Sang Hyang Seri, dan PT Asuransi Kesehatan, yang disebut telah menyetorkan sejumlah uang berkisar Rp15 miliar-Rp100 miliar untuk proyek tersebut. (Nic/X-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved