Menhan: Agama untuk Luruskan Kebijakan Politik yang Salah

Dheri Agriesta
11/11/2016 15:49
Menhan: Agama untuk Luruskan Kebijakan Politik yang Salah
(MI/Ramdani)

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu ikut berkomentar mengenai polemik yang tengah terjadi di masyarakat, terutama terkait dengan Pilkada 2017.

Ia menekankan pentingnya peran ulama dalam memelihara keutuhan negara sekaligus meminta sejumlah pihak tidak mencampuradukkan agama dengan politik.

"Saya minta jangan campuradukkan agama dan politik," kata Ryamizard di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Jumat (11/11).

Ryamizard menegaskan, agama bersumber dari Tuhan dan dipastikan benar. Sedangkan politik tidak, ada banyak yang tidak benar dalam politik. Ia tak menampik masih ada kebenaran dalam politik, tapi menurutnya itu hanya sedikit.

Mereka yang tidak benar itu, kata dia, seharusnya diberi pemahaman agama agar kembali ke jalan yang benar. Ryamizard pun meminta ulama tak surut menyiarkan kebenaran kepada tokoh politik.

"Yang baik katakan baik yang salah ya salah," kata dia.

Politik merupakan buah pikiran manusia yang berdasarkan asumsi, sehingga masih bisa salah. Agama diharapkan bisa menjadi pegangan agar tak ada yang salah dalam setiap pengambilan keputusan.

"Sebagai agama yang rahmatan lil allamin, Islam harus bisa meluruskan kebijakan politik kita yang enggak sesuai," kata dia. (MTVN/X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya