Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK menurunkan tensi perpolitikan di Tanah Air pascaunjuk rasa Jumat (4/11), Presiden Joko Widodo akan kembali mengundang sejumlah tokoh politik dan agama minggu ini.
Pernyataan ini disampaikan Jokowi ketika berinteraksi dengan warga negara Indonesia yang berada di Sydney, Australia, melalui video conference di Istana Bogor, kemarin (Minggu, 6/11).
"Saya sampaikan (kondisi di Tanah Air) aman. Stabilitas politik juga tidak ada masalah sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Kemarin dari pagi sampai malam kami mengundang tokoh politik dan tokoh agama untuk mendengarkan masukan dalam rangka menciptakan rasa sejuk dan mendinginkan suasana. Hal itu tetap kami lakukan minggu-minggu ini," kata Presiden.
Jokowi berharap kerusuhan serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari. "Indonesia harus kita jaga agar aman dan damai sehingga pembangunan bisa terus kita laksanakan."
Sehari setelah demonstrasi, Sabtu (5/11), Presiden menunda kunjungan kenegaraan ke Australia yang direncanakan berlangsung Minggu-Selasa (6-8/11). "Situasi tidak memungkinkan. Saat ini kondisi sudah normal kembali seratus persen. Kunjungan akan dijadwalkan ulang. Dia (PM Australia Malcolm Turnbull) memahami situasi ini."
Terkait dialog pemerintah dengan pemuka agama, Menteri Agama Lukman Hakim Saiffudin menambahkan hal itu untuk mencari titik temu dari keberagaman dan cara pandang yang berbeda-beda.
"Dialog harus dilakukan untuk mempererat semangat kebangsaan dan mencari titik temu dari keberagaman cara pandang," ujar Lukman seusai mengikuti gerak jalan yang diikuti ribuan peserta dalam rangka menjaga kerukunan antaraumat beragama di Jakarta, kemarin.
Turut hadir dalam gerak jalan sejumlah tokoh lintas agama, seperti Ketua Umum Nichiren Shoshu Indonesia Suhadi Sendjaja dan Wakil Sekjen PBNU Imam Pituduh.
Acara yang dihadiri ribuan orang tersebut diinisiasi oleh Parishada Buddha Dharma Nichiren Syosyu Indonesia dalam memperingati ulang tahun ke-52.
Dalam pidatonya, Lukman mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan agama sebagai dasar untuk menilai perbuatan atau tindakan umat lain. "Agama justru harus menjadi faktor perekat hubungan antarsesama di tengah keberagaman. Saya pikir kita harus proaktif menghormati perbedaan daripada menuntut orang lain yang berbeda untuk menghargai kita."
Proses refleksi
Lukman menghargai unjuk rasa Jumat (4/11) dalam rangka menyampaikan aspirasi. Dia hanya menyayangkan ada sejumlah pihak yang memprovokasi massa untuk berbuat kerusuhan. "Mudah-mudahan aparat bisa mengungkap siapa dalang di balik itu."
Kementerian Sosial kemarin juga menggelar acara jalan sehat dan doa lintas agama untuk menyatukan seluruh elemen bangsa dalam membangun kebersamaan.
Hadir dalam acara tersebut Wakil Imam Besar Masjid Istiqlal Syarifuddin Muhammad, Ketua Umum PGI Henrietta Tabita Hutabarat, Sekretaris Eksekutif Komisi Liturgi Konferensi Wali Gereja Indonesia Pastor Yohanes Rusae, perwakilan agama Hindu Deru Mangku Wayan Sudarme, dan perwakilan agama Buddha Pandita Madya Effendy Suriani.
"Ini ikhtiar warga bangsa dan tokoh umat beragama mempererat semangat kebangsaan. Mudah-Mudahan bisa menjadi bagian dari proses refleksi bangsa ini," tandas Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.(Ind/X-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved