SBY tidak Perlu Reaktif

Micom
02/11/2016 16:44
SBY tidak Perlu Reaktif
(ANTARA/Yulius Satria Wijaya)

MANTAN Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dinilai terlalu reaktif dalam menanggapi isu-isu yang berkembang belakangan ini khususnya terkait rencana aksi unjuk rasa 4 November mendatang.

Menurut pengamat politik dari Universitas Mercu Buana Jakarta, Maksimus Ramses Lalongkoe, reaksi berlebihan Yudhoyono justru akan kontraproduktif.

"Jika SBY tidak menjadi bagian dari rencana gerakan aksi unjuk rasa 4 November tersebut, sebaiknya tidak perlu menanggapi secara serius dan reaktif berlebihan sehingga tidak mengundang kecurigaan publik luas," ucap Ramses saat diminta komentarnya Rabu (2/11) di Jakarta.

Komentar Direktur Eksekutif Lembaga Analisis Politik Indonesia itu dilontarkan untuk menanggapi konferensi pers SBY yang dilakukan di Puri Cikeas, Bogor, Rabu pagi.

"Sebaiknya Pak SBY diam saja, tidak perlu menanggapi secara serius jika memang beliau tidak menjadi bagian dari gerakan 4 November tersebut. Isu-isu yang menghampiri Pak SBY anggap saja bumbu-bumbu demokrasi dan bagian dari dinamika politik di Indonesia", tandasnya.

Pernyataan-pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat itu, lanjut Ramses, justru memberi interpretasi ganda di tengah publik luas apalagi disampaikan secara serius.

"Sebaiknya sebagai tokoh besar bangsa apalagi seorang mantan Presiden perlu menyampaikan pandangan-pandangan bijak dan teduh kepada publik sehingga tidak menimbulkan multitafsir di tengah masyarakat," tukasnya. (RO/X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya