Nusantara Berdendang Berlangsung Meriah

29/10/2016 06:00
Nusantara Berdendang Berlangsung Meriah
(MI/Panca Syurkani)

ISTANA Kepresidenan Jakarta menyelenggarakan pergelaran seni dan budaya untuk memperingati dan merayakan 88 tahun Sumpah Pemuda di halaman Istana Merdeka, Jumat (28/10) malam.

Acara yang bertajuk Nusantara Berdendang itu dimulai pukul 19.30 WIB ketika rombongan Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana serta Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Mufida Kalla keluar dari Istana Merdeka. Dalam rombongan tampak pula Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri.

Dengan iringan lagu Nyiur Melambai, tampak pasangan pemuda-pemudi berpakaian adat dari 34 provinsi mengiringi Jokowi dan rombongan berjalan hingga ke balik pagar Istana Merdeka untuk duduk di panggung penonton bersama ribuan tamu undangan, baik dari kalangan pejabat maupun masyarakat umum. Pihak Istana menyebar sebanyak 4.131 undangan yang didominasi masyarakat umum. Hanya 120 undangan untuk para menteri dan pejabat negara sahabat. Dalam acara itu, pebulu tangkis yang meraih emas di Olimpiade Rio, Lilyana Natsir dan Tantowi Ahmad, membacakan Sumpah Pemuda.

Setelah itu, atraksi Tari Pajaga Makkunrae dari Sulawesi Selatan membuka acara tersebut. Berturut-turut disajikan Tari Andrung Banyuwangi, Tari Piring dari Sumatra Barat, Tari Tu'a Reto Lou dan musik Sasando dari NTT, Tari Hudog dari Kalimantan Timur, Tari Mambri dari Papua, hingga wayan ajen yang dibawakan Ki Wawan. Tembok pelataran Istana Merdeka pun disulap dengan atraksi visual.

Kepala Sekretariat Presiden Darmansjah Djumala mengatakan Presiden Jokowi menginisiasi acara itu untuk mengangkat budaya dan kesenian bangsa sebagai representasi dari semangat Sumpah Pemuda. Lewat kebudayaan, Indonesia dipersatukan dalam kebinekaan. Lewat kebudayaan, Indonesia tak sekali pun mengenal sekat-sekat yang dapat memecah belah. Lewat kebudayaan pula, kemudian berkembang peradaban Indonesia.

"Presiden Jokowi pernah menekankan bahwa Istana itu bukan hanya institusi politik, institusi kenegaraan, dan institusi administrasi pemerintahan semata. Istana juga merupakan tempat berkembangnya kebudayaan Indonesia dan pada gilirannya menjadi tempat berkembangnya peradaban Indonesia," tandas Djumala. (Pol/X-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya