Polisi Waspadai Potensi Konflik Pilkada di Papua

Meilikhah
28/10/2016 10:51
Polisi Waspadai Potensi Konflik Pilkada di Papua
(ANTARA)

SEBANYAK 11 kabupaten dan kota di Provinsi Papua yang akan melangsungkan Pilkada serentak 2017 memiliki potensi konflik dengan tingkat berbeda-beda.

Ke-11 kabupaten/kota tersebut ialah Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Sarmi, Kabupaten Yapen, Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Lani Jaya, Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Nduga, dan Kabupaten Mappi.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Patrodge Renwarin mengatakan, wilayah yang menggelar pilkada di Papua tersebut punya potensi konflik horisontal. Setidaknya kepolisian mengategorikan tiga kerawanan yang bisa ditimbulkan dalam pesta demokrasi tersebut.

"Kapolda sudah memberikan statemen dalam rangka Pilkada 2017, dari 11 kabupaten dan kota itu tidak ada yang aman. Artinya bahwa situasinya rawan satu, rawan dua, dan rawan khusus," kata Patridge di sela-sela workshop Kehumasan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (28/10).

Patridge mengatakan, potensi rawan satu biasanya berupa hal-hal konvensional seperti demonstrasi, aksi anarkistis, pengerusakan sarana, dan pengancaman. Wilayah itu meliputi Jayapura Kota, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Sarmi, Kabupaten Intan Jaya, dan Kabupaten Mappi.

"Kalau rawan dua, sejak awal sudah ada riak-riak bahwa nanti akan terjadi perlawanan. Ini terdapat di Nduga dan Dogiyai," kata Patridge.

Menurut Patridge, suasana di Kabupaten Nduga dan Dogiyai diperpanas dengan adanya pasangan calon petahana yang digugurkan KPU serta adanya dukungan rekomendasi partai kepada dua pasangan.

"Sementara daerah-daerah rawan khusus ialah yang sering terjadi ganggunan kriminal kelompok bersenjata. Seperti Kabupaten Lany Jaya, Puncak Jaya, Tolikara, dan Yapen," imbuh Patridge.

Patridge menambahkan, pihaknya telah melakukan langkah antisipasi dengan menyiagakan personel dan meminta tokoh agama atau tokoh adat untuk membantu mendinginkan suasana.

"Kita sudah siapkan 5.000 personel Polri dan TNI untuk seluruh Papua. Nanti Brimob Mabes turun juga," pungkasnya. (MTVN/X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya