Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK menangkal penyebaran dan pengaruh ideologi Islamic State (IS) di kalangan anak muda di Tanah Air, sejumlah kalangan sepakat keluarga merupakan benteng tangguh yang dapat menangkal tumbuhnya paham radikalisme tersebut.
Pendapat tersebut disampaikan pengamat pendidikan Haidar Bagir, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Suhardi Alius, Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kemenag Muhammadiyah Amin, dan Direktur Pembinaan SMA Kemendikbud Purwadi dalam kesempatan terpisah di Jakarta, kemarin.
Dalam pandangan Haidar, ketahanan keluarga bisa mencegah meruyaknya paham radikalisme. Hanya, keluarga mengabaikan peran ini seiring meningkatnya kebutuhan ekonomi. Di sektor pendidikan, sedikit guru yang memahami bidang studi agama sehingga mendorong anak didik menoleh kepada radikalisme.
"Di satu sisi, kita menjaga ketahanan keluarga. Di sisi lain, sekolah jangan disusupi penebar radikalisme. Pelajaran agama harus mengedepankan kedamaian," kata Haidar.
Haidar menanggapi Sultan Azianzah, pelaku penyerangan tiga polisi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Cikokol, Tangerang, Kamis (20/10). Pihak keluarga mengaku melihat perubahan pada diri Sultan sejak 2013 ketika berguru di Pesantren Ansorullah, Ciamis. Keluarga bahkan sudah melaporkan kondisi Sultan kepada BNPT dua bulan lalu.
Kepala BNPT Suhardi Alius tidak menampik banyak anak muda terpapar oleh radikalisme. "Mereka mudah mengakses informasi terkait kelompok ekstrem di dunia maya. Kepedulian keluarga amat urgen untuk ikut menangkalnya. IS memanfaatkan anak muda untuk meneror. Kami diberi mandat mencegah terorisme melalui program deradikalisasi bersinergi dengan kementerian lain," ujarnya.
Suhardi membantah keluarga Sultan pernah melaporkan soal kondisi kejiwaan pelaku penyerangan itu kepada BNPT. "Tolong ditulis, BNPT tidak menerima laporan itu."
Jaringan Aman
Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kemenag Muhammadiyah Amin menilai kelompok IS yang terdesak di Irak memicu pergerakan simpatisan yang berada di luar negara tersebut.
"Pelajar paling rentan apalagi akses internet terbuka lebar. Setiap keluarga harus awas agar tidak ada anggota keluarga terpapar oleh paham radikalisme. Kami melakukan sosialisasi luar jaringan untuk menanamkan kemajemukan NKRI. Keluarga dan guru bisa ikut menyebarkan pesan damai dalam menjaga keutuhan Indonesia."
Untuk menekan pengaruh radikalisme pada generasi muda, Kemendikbud melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah di daerah rawan radikalisme dan terorisme.
"Kami membentengi siswa akan bahaya radikalisme melalui kegiatan ekstrakurikuler. Siswa dan guru dibekali ciri-ciri dan sistem rekrutmen serta doktrinasi yang dilakukan anggota kelompok radikal," ungkap Direktur Pembinaan SMA Kemendikbud, Purwadi.
Di sisi lain, Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengemukakan Sultan Azianzah pada 9 Juni 2015 berkunjung ke LP Nusakambangan bersama pemimpin Pesantren Ansorullah Ciamis, Fauzan Al Anshori membesuk narapidana bernama Aman Abdurrahman. "Jadi, Sultan tergabung dengan jaringan Aman Abdurrahman yang merupakan kelompok Jamaah Ansharut Daulah."(Gol/Ric/Bay/Nic/X-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved