Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJELANG penetapan pasangan calon Pilkada DKI Jakarta 2017 pada 24 Oktober mendatang, serangan berbau suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) ke kubu kandidat petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat semakin intensif. Isu itu diduga sengaja digulirkan untuk menguntungkan calon tertentu.
“Isu SARA makin keras ke Pak Ahok. Mulai ceramah hingga sele-baran ‘jangan milih pemimpin kafir’. Belum lagi demonstrasi, padahal Pak Ahok sudah meminta maaf,” kata sekretaris tim pemenangan Ahok-Djarot, Tubagus Ace Hasan Sadzili, saat dihubungi tadi malam.
Sebelumnya, sejumlah tokoh agama menyatakan keprihatinan atas berkembangnya kehidupan berbangsa yang menampilkan gejala pertentangan. Mereka meminta seluruh tim sukses pasangan calon menahan diri (Media Indonesia, 18/10).
Ace menyayangkan bila isu SARA menjadi bagian strategi pemenangan calon tertentu untuk meraih kursi DKI 1 periode 2017-2022.
“Boleh jadi hal itu (isu SARA) sengaja untuk menguntungkan calon tertentu. Namun, seharusnya pilkada menjadi ajang edukasi politik kepada rakyat secara sehat,” jelas Wasekjen DPP Partai Golkar itu.
Meski demikian, tim pemenangan Ahok-Djarot tidak mengkhawatirkan serangan tersebut. Ace mengingatkan serangan isu SARA ke capres Joko Widodo ketika Pilpres 2014 sangat kuat, tapi toh Jokowi tetap menang.
“Kita akan mengedepankan program kerja lima tahun ke depan, dan bukti-bukti keberhasilan duet Ahok-Djarot selama ini, seperti aspek pelayanan publik,” tutur Ace.
Di lain pihak, ketua tim peme-nangan Anies-Sandi, Mardani Ali Sera, mengungkapkan pihaknya sejak awal menghindari isu-isu sensitif. Ia mengatakan berbagai isu SARA yang tertuju ke salah satu kandidat justru dilakukan sendiri petahana. “Beliau (Ahok) sudah minta maaf, jadi ya baiknya publik saja yang menilai,” ujarnya.
Senada, Ketua Tim Pemenangan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni, Hasbiallah Ilyas, menegaskan pihaknya tidak akan memainkan isu SARA karena itu ialah kemunduran bagi demokrasi.
Bisa dipidana
Komisioner Badan Pengawas Pemilu Nasrullah mengajak masyarakat supaya tidak terpancing dengan kampanye hitam yang mengedepankan isu SARA.
“Kita tidak ingin ada konflik yang bisa membawa dampak buruk bagi situasi negara secara keseluruhan,” ujarnya, kemarin.
Nasrullah juga menegaskan pengguna isu SARA bisa dipidanakan, baik dalam konteks pidana pemilu maupun pidana umum.
Menurut peneliti Media Research Center, Andi Agung Prihatna, isu SARA tidak berpengaruh signifikan. Masyarakat Jakarta sudah banyak yang memilih secara rasional, atau lebih melihat pada program dan kinerja dari para calon (lihat grafik).
“Masyarakat Jakarta tidak senaif itu, mereka punya petimbangan rasional. Secara statistik isu SARA tidak signifikan berpengaruh pada pilihan politik orang,” ujarnya, tadi malam.
Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti menyebut ada berbagai pihak yang melontarkan isu SARA.
Pertama, kata Ray, pihak yang menganggap isu itu dapat memberi kemenangan kepada kelompoknya. Kedua, pihak yang murni melakukan gerakan karena tersinggung dengan ucapan Ahok. Ketiga, pihak yang merasa sudah menang tanpa memikirkan efek politiknya. (Kim/Deo/Jay/Ind/X-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved