Penyebaran Paham Radikal Sasar Perguruan Tinggi

Nuriman Jayabuana
17/10/2016 13:35
Penyebaran Paham Radikal Sasar Perguruan Tinggi
(DOK MI/JHONI KRISTIAN)

PENGAMAT terorisme Al Chaidar mengungkapkan kalangan remaja kerap dijadikan target penyebaran paham radikal. Kelompok radikal menganggap lebih mudah untuk mencuci otak kalangan yang masih belia.

"Remaja menjadi sasaran termudah dalam perekrutan kaum radikal. Lebih mudah untuk mendoktrin remaja supaya mau menjadi pelaku teror, dan bahkan digiring supaya bersedia mati dalam menjalankan aksi teror,” kata dia kepada Media Indonesia, Senin (17/10).

Sering kali kelompok radikal menyalahgunakan perguruan tinggi sebagai basis penyebaran doktrin. Penyebaran paham radikal kepada kalangan intelektual di perguruan tinggi umumnya berkedok perkumpulan agama tertentu yang dilakukan secara berkala. Di dalam forum itulah, doktrin paham radikal ditularkan dengan menanamkan rasa kebencian terhadap kelompok agama tertentu.

"Maka ini yang juga perlu menjadi warning bagi aparat. Supaya juga bisa meningkatkan pengawasan di lembaga pendidikan tinggi," ujar dia.

Lebih jauh, ia menyarankan supaya program deradikalisasi mengutamakan pendekatan sosial. Sebab banyak juga ormas-ormas yang di dalamnya terselip penyebar paham radikal. Ia mengatakan bila salah pendekatan, justru terdapat risiko terjadinya gejola di tengah masyarakat.

Pada level tertentu, ujar dia, penyebaran paham radikal bahkan cukup hanya membutuhkan akses internet. Terlebih, pemikiran remaja yang masih labil mudah termakan penyebaran paham radikal di jagat "Makanya sangat perlu untuk membatasi konten di internet, terutama yang terkaut dengan potensi munculnya teror,” ujar dia. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya