PPP Pilih Ahok-Djarot karena Kinerja

Rudy Polycarpus
08/10/2016 08:33
PPP Pilih Ahok-Djarot karena Kinerja
(MI/Galih Pradipta)

PARTAI Persatuan Pembangunan kubu Djan Faridz menyatakan dukungan kepada pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017.

Sikap partai itu diambil berdasarkan keputusan rapat pleno DPP PPP pada 4 Oktober 2016. Silaturahim Nasional PPP yang digelar 6 Oktober 2016 juga menghasilkan keputusan sama. Keputusan PPP kubu Djan Faridz itu memang berbeda dengan PPP pimpinan Romahurmuziy yang mendukung pasangan Agus-Silvy.

"DPP PPP menyatakan sikap mempertimbangkan untuk mendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat," kata Ketua Umum PPP Djan Faridz pada jumpa pers di Kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta, kemarin. Jumpa pers itu dihadiri Ketua DPD Hanura DKI Jakarta Ongen Sangaji.

Djan menegaskan PPP tak memilih kepala daerah yang diusung berdasarkan unsur suku, ras, agama, dan antargolongan, tetapi mempertimbangkan kinerja. PPP, jelas Djan, melihat kinerja Ahok-Djarot selama memimpin DKI Jakarta sudah banyak berkontribusi untuk umat Islam.

Djan mencontohkan Ahok telah menjalankan program renovasi masjid dan musala. Ahok pernah pula memberangkatkan para pengurus masjid beribadah umrah. Hal itu, kata Djan, merupakan wujud kepemimpinan Ahok yang mengusung nilai keislaman. PPP ingin memastikan program-program yang mengakomodasi kepentingan umat Islam itu terus berlanjut dan ditingkatkan.

Djan menjelaskan, untuk mendeklarasikan dukungan PPP, Ahok-Djarot harus menandatangani kontrak politik lebih dulu. Jika Ahok-Djarot tidak setuju dengan kontrak tersebut, PPP batal mendukung mereka. "Insya Allah mereka akan setuju," kata dia.

Bakal calon gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyambut baik dukungan PPP terhadap dirinya dan pasangan bakal calon wakil gubernur Djarot Saiful Hidayat.

Di Hotel Grand Cempaka, di kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat, kemarin, Djarot membuka pelatihan saksi yang digelar Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) DPP PDIP.

"Dalam Pemilihan Gubernur DKI 2017, PDIP menyiapkan 30 ribu saksi," kata Djarot yang juga Ketua DPP PDIP bidang Keanggotaan dan Organisasi.

Dekati warga dan ormas
Tak mau tertinggal oleh petahana, bakal calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berupaya mendekati calon pemilih dengan menandatangani kontrak politik yang disodorkan warga Guji Baru, Kelurahan Duri Kepa, Jakbar.

"Kalau kita memiliki komitmen, perlu dituangkan secara tertulis untuk kemudian kita laksanakan," kata Anies seusai menandatangani kontrak politik yang memuat lima komitmen. Salah satu komitmennya ialah Anies akan membantu perjuangan warga Kampung Guji Baru mendapat status kepemilikan tanah.

Penantang petahana lainnya, pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, bergegas mendekati Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Tokoh PBNU Maruf Amin menyatakan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni merupakan pasangan yang paling banyak memiliki kesamaan dengan warga NU.

"NU secara kelembagaan tidak bisa mendukung pasangan calon tertentu. Namun, secara umum warga NU akan memilih pemimpin yang dinilai memiliki banyak kesamaan," ujar Maruf.

Pasangan Agus-Silvy juga menemui Pengurus Pusat Muhammadiyah di Jakarta.(Aya/Ssr/Ant/X-13)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya