Hidup itu Bersaing, tapi bukan Berantem

02/9/2015 00:00
Hidup itu Bersaing, tapi bukan Berantem
(MI/Panca Syurkani)
Kemajuan teknologi dipercaya Joko Widodo, presiden RI, bisa membuka pintu baru rezeki rakyatnya. Kompetisi antara usaha daring dan konvensional pun ia dorong. Namun, itu bukan untuk menjadi homo homini lupus; serigala bagi sesama manusia.

Tak canggung, Sanuri, pengojek pangkalan yang biasa beroperasi di wilayah Kelurahan Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat, curhat kepada Jokowi, di depan 100 pengemudi angkutan umum lainnya, di Istana Negara, Jakarta, kemarin, perihal tantangan menjadi pemberi jasa transportasi konvensional.

Menurutnya, pelarangan kendaraan roda dua ke Jl MH Thamrin hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, mempersulit operasional tukang ojek, kurir, hingga penagih utang. Mereka harus melalui jalan memutar untuk mengantar penumpang dalam kondisi tetap macet.

"Udah mah mutar jauh, macet lagi, terus bayarnya enggak seberapa. Udah tarikan sepi, kita duduk 1 jam-2 jam enggak dapat penumpang, datang Go-Jek (ojek daring). Pakai ponsel doang, dapet dia," selorohnya, disambut gelak tawa hadirin dan Jokowi.

Pendapatannya pun tergerus, dari Rp100 ribu per hari menjadi Rp30 ribu. Uang itu pun, lanjut Sanuri, hanya habis untuk bayaran sekolah anaknya yang tidak mendapatkan kartu Jakarta pintar (KJP).

Persaingan transportasi juga terjadi pada  angkutan roda empat. Salah satu pengemudi taksi Express, Toha, mengeluhkan keberadaan ‘taksi gelap’ bermerek Uber Taxi. Harga miring membuat angkutan tersebut bisa memakan pangsa pasar taksi resmi. "Ini merugikan sekali. Kalau taksi resmi kan mahal tarifnya karena banyak beban biaya; harus uji kir, terdaftar (di dishub), dan banyak (izin) lainnya. Uber enggak. STNK doang modalnya," tuturnya.

Silang pendapat terjadi. Suryadi, seorang pengojek yang tergabung dalam perusahaan aplikasi Go-Jek, mengakui gangguan fisik ataupun mental dari pengojek pangkalan terhadap pihaknya.
Jokowi banyak mencatat dalam pertemuan tersebut dengan sesekali memberikan nasihat. "Ya memang hidup itu bersaing, berkompetisi. Jangan berantem, lo. Saya titip. Sama-sama (mencari nafkah) untuk anak-istri. Kalau enggak, diberi makan apa? Hidup di mana pun persaingan, di negara, di kota mana pun," pesan Presiden. (Arif Hulwan/P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya