Ratusan Napi Berkemah di Cibubur

MI
26/8/2015 00:00
Ratusan Napi Berkemah di Cibubur
(MI/Arya Manggala)
RATUSAN narapidana mengikuti kegiatan perkemahan yang diselenggarakan di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur. Kegiatan di luar tembok penjara itu merupakan bagian proses asimilasi untuk memulihkan rasa percaya diri para wargabinaan.

"Diharapkan, warga binaan mampu mandiri dalam kehidupannya seusai menjalani pidana dan percaya diri di lingkungan masyarakat," ungkap Kasubdit Komunikasi Ditjen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Akbar Hadiprabowo, kepada Media Indonesia, kemarin (Selasa 25 Agustus 2015).

Sebanyak 500 narapidana yang berasal dari lembaga pemasyarakatan (LP), rumah tahanan negara (rutan), serta Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) yang berada di Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur, mengikuti acara perkemahan itu.

Menurut Akbar, Kementerian Hukum dan HAM mengangkat tema Melalui perkemahan pemasyarakatan kita tingkatkan kualitas sumber daya manusia pemasyarakatan dalam rangka mewujudkan kemandirian dan nasionalisme. Acara berlangsung hingga 27 Agustus 2015 mendatang.

Berdasarkan pantauan, sebanyak 360 polisi, petugas LP dari Kemenkum dan HAM, dan Kodim menjaga para narapidana selama 24 jam penuh untuk 3 hari mendatang. Garis polisi juga terlihat membentang di sekitar area perkemahan. Ada pula pos pengamanan untuk mengantisipasi napi lari.

Akbar menambahkan, selain agar para napi siap kembali menjalani kehidupan bermasyarakat, perkemahan yang masuk tahun kedua diselenggarakan juga dimaksudkan untuk memupuk rasa nasionalisme para napi.

Peserta perkemahan pemasyarakatan dibagi menjadi 26 gugus depan (gudep) yang telah terbentuk di setiap LP, rutan, dan LPKA. Setiap gudep akan diisi sebanyak 20 orang dengan komposisi 16 warga binaan, 2 pembina, dan 2 petugas pengamanan.

Seluruh peserta mengikuti berbagai kegiatan <>outbond dan perlombaan seperti lomba ketangkasan, lomba keterampilan, pemutaran film, ceramah kepramukaan dan kegiatan petualangan. Karya menarik hasil kerajinan tangan serta keterampilan para warga binaan juga akan dipamerkan.

"Akan ada <>marching band. Nanti di akhir acara akan ditutup dengan api unggun dan pentas seni," tandasnya. Menkum dan HAM Yasonna Laoly berharap setelah keluar dari penjara, para napi bisa memiliki keahlian yang dapat digunakan.(Nyu/P-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya